Disebut Penerus Ali Sadikin, DPRD DKI Nilai Anies Buat Terobosan dengan Formula E

malangtoday.net

DPRD DKI Jakarta menyetujui anggaran penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E 2020 Jakarta. Anggaran tersebut mencapai Rp 360 miliar. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo untuk menggelar balap Formula E di jalanan ibu kota.

Anies mengatakan, seluruh proses pembiayaan balapan mobil listrik yang kemungkinan memerlukan 24,1 juta dolar AS atau setara Rp 343 miliar juga sudah dilaporkan kepada Jokowi. Perhelatan itu memiliki dampak langsung dan tidak langsung bagi Indonesia.

(viva.co.id)

Menurut Anies, pengeluaran Rp 343 miliar tersebut masih lebih murah jika dibandingkan dengan balapan F1 hingga Piala Dunia.

“Saya beri daftarnya ya, untuk MotoGP biaya penyelenggaraannya 7-9 juta dolar AS, untuk F1 29,4 juta dolar AS, formula E 24,1 juta dolar AS. Kalau kita berencana untuk jadi tuan rumah. Kita harus pikirkan, Rusia saja ongkosnya 11,6 miliar dolar AS untuk Piala Dunia, jadi memang selalu ada biaya yang harus dikeluarkan,” kata Anies di Jakarta.

Good News from Indonesia

Dia menilai, jumlah yang dibayarkan untuk menjadi penyelenggara balap mobil listrik ini sangat wajar. Perhelatan internasional memang membutuhkan uang untuk menjadi tuan rumah, termasuk Asian Games sekali pun.

(liputan6.com)

“Apakah Anda menyelenggarakan GP, F1, apakah Anda menjadi tuan rumah Piala Dunia, semua ada komitmen atau biaya yang harus dikeluarkan oleh penyelenggara. Indonesia menyelenggarakan Asian Games juga mengeluarkan biaya, ada komitmen atau biaya yang harus dikeluarkan oleh penyelenggara,” ujar dia.

Terkait hal ini, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengapresiasi rencana perhelatan Formula E di Ibu Kota Jakarta.

Image result for prasetyo edi marsudi
(tribunnews.com)

Pras menyebut tidak ada perdebatan saat anggaran tersebut dibahas dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DKI Jakarta.

Para anggota disebut Pras sepakat untuk menggelar acara itu di Indonesia, khususnya di Jakarta.

“Ya kita dengan teman-teman di Banggar artinya pak Gubernur, kita coba pertama kali di Indonesia, di Jakarta,” ungkap politikus PDI Perjuangan ini.

Image result for ali sadikin
(tribunnews.com)

Lebih jauh, Pras menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melakukan terobosan seperti pendahulunya, Ali Sadikin.

“Zamannya pak Ali Sadikin ada namanya ancol, mungkin dia punya terobosan meneruskan,” ujar Pras di Gedung DPRD Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurut Pras, pegelaran ajang tersebut tidak memiliki dampak negatif. Bahkan ia mengklaim acara itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

“Ya itu enggak ada salahnya juga. Itu bukan hal yang negatif. Bisa menaikkan pendapatan, kenapa tidak?” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *