Ahok Bakal Investasi Pakan Ternak di NTT, Anggota DPRD Pesimis, Kenapa?

jpnn.com

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok berencana akan investasi pakan ternak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengenai hal ini, anggota DPRD Provinsi NTT Boni “Bonjer” Jebarus mengaku pesimis. Mengapa? Simak di bawah ini!

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Boni “Bonjer” Jebarus pesimistis dengan rencana investasi pakan ternak yang dilakukan AHok di NTT.

“Saya ragu pada sosok Ahok, berdasarkan pengalaman ketika dia menjadi gubernur DKI terkait kerja sama sapi DKI dan NTT yang berujung tidak jelas,” kata pria yang akrab disapa Bonjer ini.

Janji tak terpenuhi

Hasil gambar untuk ahok jokowi

Menurut Bonjer, pada saat Joko Widodo (Jokowi) menjadi gubernur DKI pun pernah menjanjikan dana sekitar Rp 200 miliar untuk kerja sama pengadaan sapi ke DKI. Lalu Jokowi jadi presiden dan Ahok jadi gubernur. Namun janji itu tidak dipenuhi.

“Kami Badan Anggaran DPRD NTT, beraudiensi ke Pemprov DKI, diterima Gubernur Ahok dan Wagub Jarot, ternyata hanya dialokasikan sekitar Rp 20 miliar,” ungkapnya, Rabu (14/8).

Pada saat diskusi dengan pimpinan dewan DKI, lanjut Bonjer, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Taufik menyebut bahwa Pemprov DKI berencana menyerahkan kepada PD Pasar Jaya untuk mengelola sapi.

Ahok saat tiba di Bandara El Tar Kupang, NTT, Selasa (13/8/2019)
(kompas.com)

Namun, kata Bonjer, hingga Ahok turun dari gubernur bahkan hingga saat ini, kerja sama tersebut tidak pernah ada kejelasan. Dulu PT Flobamora sempat menangani pengiriman sapi ke luar NTT, tapi tidak kerja sama dengan Pemprov DKI.

“Berdasarkan pengalaman itu rencana Ahok dan PDI-P NTT membangun pakan ternak, saya siap sebagai rasul Thomas. Belum percaya dan tidak yakin,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com.

breakingnews.co.id

Selain itu, ketidakyakinan Bonjer terhadap Ahok juga berkaitan dengan lahan yang hendak dikelola seluas 500 hektare.

“Tapi nanti kita cek, status lahan seluas itu punya siapa. Punya masyarakat kah, atau pribadi,” kata Bonjer.

Sebelumnya diberitakan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana melakukan investasi pakan ternak di Nusa Tenggara Timur.

Untuk tahap awal, Ahok akan menanam jagung di lahan seluas 500 hektare, dari total lahan yang dibutuhkan sebanyak 5.000 hektare. Sementara itu, ratusan hektare lahan itu berada di empat desa di Kecamatan Kupang Barat, yakni Desa Nitneo, Boneana, Oematnunu dan Bolok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *