Disebut Jadi Calon Ketua Demokrat Jawa Timur, Emil Dardak Dinilai Kurang Pas

kompas.com

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memberikan tanggapan soal namanya yang masuk dalam bursa calon ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur pengganti Soekarwo. Suami Arumi Bachsin itu mengaku hanya menjalankan amanah menjadi eksekutif di Pemprov Jawa Timur.

“Belum ada komunikasi, saya hanya menjalankan amanah di eksekutif,” kata mantan Bupati Trenggalek itu, Kamis (15/8/2019), seperti yang dilansir melalui kompas.com.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Rakor BPBD di Kota Malang, Rabu (13/3/2019)
kompas.com

Emil, dalam kapasitasnya sebagai wakil gubernur Jatim, dia siap bersinergi dengan semua pihak termasuk partai politik. Seperti diberitakan, nama Emil Elistianto Dardak dan Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jatim disebut sebagai calon potensial Ketua DPD Partai Demokrat Jatim pengganti Soekarwo yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Kemarin, Khofifah jelas menolak karena sebagai Gubernur Jatim dia memiliki kepentingan untuk menjaga jarak yang dekat dengan semua elemen strategis seperti ormas dan partai. Khofifah justru mendukung Emil jika memang ikut dalam kontestasi.

Dinilai Kurang Pas

Namun di mata pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya, Hari Fitrianto, figur Emil Dardak kurang pas jika menjadi pimpinan parpol.

“Emil Dardak tipikal pemimpin milenial yang lebih mengedepankan kerja-kerja kolaboratif daripada instruktif. Tidak akan optimal jika memimpin partai,” katanya dikonfirmasi terpisah.

Gambar terkait
republika.co.id

Pemimpin millenial seperti Emil Dardak menurutnya juga tidak akan maksimal jika bekerja di tempat yang bukan “passion”nya. Karena salah satu ciri generasi milenial, akan lebih transformatif ketika bekerja sesuai “passion” nya.

Hasil gambar untuk emil dardak
wowkeren.com

Rekam jejak Emil Dardak di Trenggalek ujar Hari, dalam setengah periode kepemimpinannya membuat salah satu kabupaten terluar wilayah selatan Jatim ini mampu beranjak dari ketertinggalan.

Emil Dardak santer diisukan akan menahkodai Partai Demokrat Jatim pasca mundurnya Pakde Karwo dari pucuk pimpinan tertinggi Demokrat di Jatim.

Pengamat Politik: Emil Dardak Kurang Optimal Jadi Pengurus Parpol
detik.com

Partai Demokrat Jatim menurut Hari Fitrianto, sebaiknya dipimpin oleh kader organik dari partai. Partai Demokrat di Jatim dalam kepemimpinan Pakde Karwo banyak menuai pujian.

Namun ke depan, Partai Demokrat memiliki tantangan berhadapan dengan konstituen yangg berusia muda. Jadi yang lebih dibutuhkan Partai Demokrat Jatim saat ini bukan hanya pemimpin muda yang visioner, namun pemimpin yang merupakan kader organik partai yang paham betul karakter partai besutan SBY.

“Emil Dardak merupakan merupakan tipikal pemimpin milenial yang memiliki nature profesional dan akan optimal jika diberi kesempatan konsentrasi berada di eksekutif,” lanjut Hari Fitirianto, seperti yang dilansir melalui detik.com.

Sebelumnya dalam hasil survey yang dilakukan Arus Survei Indonesia pada 26 Feb – 12 Maret 2019, Emil Dardak memiliki skor rata-rata paling tinggi pada Kategori figur milenial profesional dalam lima aspek yaitu Integritas dan rekam jejak, kompetensi dan kapabilitas, Inovasi dan kreatifitas, Komunikasi publik dan pengaruh sosial serta kemampuan manajerial dan memimpin.

Dalam survey yang di dalamnya terdapat 110 pakar sebagai juri dari profesional, akademisi, jurnalis hingga praktisi pemerintah ini, Emil Dardak mengungguli Nadiem Makarim CEO Gojek, Founder Buka Lapak Achmad Zaky serta Inayah Wahid putri Gus Dur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *