Mendadak Pamitan, Mendagri Tjahjo Kumolo: Mohon Maaf, Saya Pamit karena…

anekawarta.com

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berpamitan di akhir sambutannya saat melantik pejabat Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP). Hal ini sontak mengejutkan semua pihak, ada masalah apa dibalik pamitnya Mendagri?

“Saya mohon maaf selama hampir 5 tahun kurang 1,5 bulan ini ada hal-hal yang kurang berkenan, berbagai sikap, pernyataan, kebijakan. Tentu ada kekhilafan. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Tjahjo disela sambutannya.

“Ini pamitan saya resmi, mungkin tidak bisa bertemu karena akan selesainya masa tugas Kabinet Kerja 1. Untuk selanjutnya, mari kita tunggu tanggal mainnya, bagaimana komposisi kabinet berikutnya,” kata Tjahjo.

Mendagri Tjahjo Kumolo Pamit, Berikut Buka-bukaan Presiden Jokowi Seputar Calon Menterinya
wartakota.tribunnews.com

Tjahjo mengatakan, dirinya memegang prinsip TNI dalam menjalani hidupnya, yakni taat nurut instruksi.

Dengan demikian, apabila tidak dipercaya lagi mengemban amanah untuk menjadi menteri di kabinet berikutnya, ia pun mengaku siap.

“Saya berpegang pada prinsip TNI. Taat nurut instruksi. Dipensiunkan siap, diberi tugas siap, tidak diberi tugas, saya tetap mendukung pemerintahan yang saya dukung ini,” kata dia.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan DKPP atas kerja sama selama lima tahun ini.

Lantik Pejabat DKPP, Mendagri Pamit Jelang Akhir Masa Jabatan
merdeka.com

Terlebih, kata dia, selama lima tahun ini, hampir 3 tahun di antaranya waktu yang dilewati dihabiskan dengan Komisi II DPR.

Mulai dari pansus menyusun UU Pemilu selama 2 tahun serta pilkada serentak yang berlangsung tiga kali.

Termasuk juga sinergi antara pihaknya dengan kepolisian, TNI, dan Gakumdu yang telah berjalan dengan baik.

“Saya kira prestasi kebersamaan untuk persiapan jangka pendek pilkada serentak 2020 dan 2024 sebagaimana ketentuan uu dan dalam rangka mempersiapkan pilpres dan pileg tahun 2024,” pungkas dia.

Buka-bukaan Jokowi Soal Calon Menteri

Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin baru akan dilantik pada 20 Oktober.

Namun, Presiden Jokowi sudah memberi sejumlah bocoran mengenai kabinet baru yang akan membantunya di periode kedua nanti.

Presiden Joko Widodo
wartakota.tribunnews.comĀ 

Bocoran itu disampaikan Jokowi saat makan siang bersama sejumlah pimpinan redaksi media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho turut hadir dalam acara itu.

Berikut rangkuman buka-bukaan Jokowi soal kabinet baru:

1. Nomenklatur Baru

Jokowi mengatakan, dirinya akan membentuk dua kementerian baru di kabinet periode kedua. Kementerian tambahan itu adalah Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Investasi.

Hasil gambar untuk jokowi
Tribunnews.com

“Kita melihat perkembangan dunia yang begitu cepat dan pemerintah ingin merespons itu secara cepat sehingga ada kementerian-kementerian baru,” kata Jokowi.

Jokowi menambahkan, presiden memiliki kewenangan untuk membentuk kabinet dan kementerian kecuali yang diatur undang-undang.

Kementerian yang tidak bisa ditiadakan itu adalah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

“Selebihnya bisa diatur dengan perpres,” ujar Jokowi.

2 Kementerian Baru di Kabinet Periode Kedua

Hasil gambar untuk jokowi hut pramuka
Liputan6.com

Selain ada kementerian baru, Jokowi juga menyebut ada kementerian yang akan dilebur menjadi satu.

Hal itu disampaikan Jokowi saat ditanya wartawan seusai menghadiri HUT Pramuka di Bumi Perkemahan Cibubur, Rabu sore.

Ada yang digabung, ada yang muncul baru,” kata Jokowi.

Namun, Jokowi belum mau buka-bukaan soal kementerian yang akan digabung. Ia meminta publik sabar menunggu dan tidak berspekulasi lebih jauh.

“Nanti kalau sudah waktunya tahu semua. Jangan nebak-nebak,” kata Jokowi.

2. Komposisi Parpol vs Profesional

Gambar terkait
WartaBromo

Jokowi menyatakan bahwa Kabinet Kerja pada periode mendatang akan diwarnai gabungan menteri dari profesional dan unsur partai politik.

Secara spesifik, Jokowi menyatakan bahwa komposisi menteri dari partai politik memiliki porsi yang sedikit lebih kecil ketimbang kalangan profesional.

Dengan demikian, perbandingan menteri dari kalangan profesional dengan unsur partai politik adalah 55 persen berbanding 45 persen.

Selain mengungkap gambaran komposisi kabinet mendatang, Jokowi juga menegaskan bahwa Jaksa Agung mendatang tidak berasal dari representasi partai politik.

Berbeda dengan saat ini Jaksa Agung merupakan mantan kader Partai Nasdem.

Hasil gambar untuk jaksa agung
news.detik.com

“(Jaksa Agung) tidak dari partai politik,” kata Jokowi.

Setelah menghadiri HUT Pramuka di Cibubur, Jokowi pun menegaskan semua pihak harus menerima komposisi tersebut, termasuk ketua umum dan elite parpol.

Meski mendapat jatah yang lebih sedikit dibanding kalangan profesional, elite parpol tak boleh menolak. Sebab, penyusunan kabinet adalah sepenuhnya hak prerogatif presiden.

“Kamu tahu tidak kabinet itu apa? Kabinet itu hak prerogatif presiden. Menteri itu adalah hak prerogatif presiden,” kata Jokowi saat ditanya wartawan apakah parpol bisa menerima komposisi yang telah ditetapkan.

3. Menteri Muda

Hasil gambar untuk jokowi ma ruf
news.okezone.com

Jokowi mengatakan, dirinya sudah memilih menteri berusia muda untuk masuk ke dalam pemerintahan periode kedua bersama Ma’ruf Amin.

Calon menteri itu ada yang usianya di bawah 35 tahun, bahkan ada yang di bawah 30 tahun.

“Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat,” ujar Jokowi.

4. Waktu Pengumuman

Presiden Joko Widodo mengatakan, penyusunan nama-nama menteri untuk kabinet periode kedua sudah selesai.

Pengumuman soal kabinet akan diumumkan secepatnya.

“Bisa Agustus atau bisa juga Oktober saat pelantikan,” kata dia.

Jokowi mengaku belum bisa memastikan waktu pengumuman karena harus melihat dan menunggu momentum yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *