Fadli Zon Bikin Puisi Doa yang Ditukar, Komentar Netizen Bikin Gagal Fokus

Fadli Zon (Sumber: Instagram.com/Fadlizon)

Fadli Zon kembali bikin sensasi. Wakil Ketua DPR ini  membuat puisi yang berjudul Doa yang Ditukar dan mempublikasikannya melalui akun Twitter dan Instagram miliknya @fadlizon. Puisi tersebut merupakan sindiran dari pertemuan Jokowi dengan Mbah Moen sebagai manuver politik paslon 01 untuk mendapatkan dukungan.

Bukan kali ini saja Fadli Zon menulis puisi. Sebelum Doa yang Ditukar, telah dipublikasikan beberapa puisi, seperti Ada Genderuwo di Istana, Sajak Sang Penista, Tiga Tahun Kau Bertahta, dan Sajak Peluit Kartu Kuning.

Penasaran seperti apa sih puisi karya Fadli Zon ini? Berikut ini isi puisi Doa yang Ditukar:

doa sakral

seenaknya kau begal

disulam tambal

tak punya moral

agama diobral

 

doa sakral

kenapa kau tukar

direvisi sang bandar

dibisiki kacung makelar

skenario berantakan bubar

pertunjukan dagelan vulgar

 

doa yang ditukar

bukan doa otentik

produk rezim intrik

penuh cara-cara licik

kau penguasa tengik

 

Ya Allah

dengarlah doa-doa kami

dari hati pasrah berserah

memohon pertolonganMu

kuatkanlah para pejuang istiqomah

di jalan amanah

 

Fadli Zon, Bogor 3 Feb 2019.

Dalam postingan puisi Doa yang Ditukar tersebut, ternyata banyak menuai komentar dari netizen. Ada yang baru tahu kalau Fadli Zon bisa menulis puisi, seperti komentar yang ditulis oleh pemilik akun twitter @jojoerfan:

Ada juga yang mengkritik penulisan dari puisi Doa yang Ditukar seperti yang dikatakan oleh pemilik akun Twitter @Sudiryono_mr:

Selain komentar pujian dan kritik terhadap puisi tersebut, ada juga yang mempertanyakan maksud dari isi puisi Doa yang Ditukar, salah satunya seperti yang dikatakan putri Gus Dur lewat akun Twitter @AlissaWahid:

Respons yang berbeda dilontarkan juga oleh pemilik akun Twitter @fazrienario. Akun tersebut malah bingung Fadli Zon menulis puisi atau pantun:

Fadli Zon memang paling bisa untuk menyindir semua yang dilakukan paslon lawan. Apa komentar kamu mengenai puisi “Doa yang Ditukar” ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *