#FadlizonHinaUlama Trending di Twitter, Ini Tanggapan Yenny Wahid

Fadli Zon (Foto: instagram.com/fadlizon)

#FadlizonHinaUlama sampai dengan Kamis (7/2) pukul 11:27 WIB, masih trending di twitter dengan posisi di urutan #4. Fadli Zon  yang merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014-2019 ini, juga mendirikan sebuah partai bersama Prabowo Subianto dan tokoh nasional lainnya yang bernama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerinda).

Nama Fadli Zon kembali mencuat ketika puisi karyanya yang berjudul “Doa Yang Ditukar” diketahui oleh masyarakat luas. Dari kutipan puisi tersebut, bisa dilihat bahwa puisi itu dibuat oleh Fadli Zon lengkap dengan daerah serta tanggal puisi itu dibuat. Puisi yang berjudul “Doa Yang Ditukar” dirasa telah menghina ulama sepuh NU KH Maimoen Zubair.

Yenny Wahid (Foto: instagram.com/yennywahid)

Mendengar puisi tersebut, putri mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid, memperingatkan Wakil Ketua Partai Gerinda Fadli Zon agar memperhatikan adabnya.

Seperti yang dikutip dari viva.co.id, Yenny mengatakan, “Kalau yang dia maksud Mbah Maimoen Zuber itu namanya su’ul adab artinya tidak punya etika, kok orang sepuh dihina seperti itu di-kau kau kan dibilang makelar doa, pokoknya menurut saya tidak beretika kalau yang dituju itu Mbah Maimoen.”

Ulama NU KH Maimoen Zubair (Foto: instagram.com/samilbandungbarat)

Yenny juga memahami bahwa saat ini semua bisa dibawa ke ranah politik, tetapi tetap adab juga harus diperhatikan. Tidak menghina ulama apalagi Mbah Moen sangat dihormati di NU.

Yenny Wahid (Foto: instagram.com/yennywahid)

Yenny pun menambahkan, “Nanti mau enggak dituduh menghina ulama? Mbah Moen kan ulama yang sangat kharismatik yang jadi panutan banyak orang.”

Soal ini, Fadli Zon sudah memberikan klarifikasinya ketika Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin meminta tabayun terkait ‘kau’ yang ditulis dalam puisi berjudul doa yang tertukar. Fadli merespons dengan singkat pertanyaan Menag Lukman.

“Pak Lukman yb, jelas sekali bukan. Itu itu penguasa n makelar doa,” demikian tulis Fadli menjawab Lukman.

Sebelumnya memang, didalam puisi karya Fadli Zon itu terdapat bait dengan kata kau. Bahkan, disertai dengan sejumlah kalimat sindirian berupa dibisiki kacung makelar, skenario berantakan, dan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *