Keluarga Korban Penculikan ’98 Tak Rela Prabowo Jadi Presiden

Prabowo Subianto (merdeka.com)

Prabowo Subianto, Capres nomor urut 02 ini masih tersangkut kasus Penculikan Aktivis ’98. Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) membuat pernyataan sikap terkait Pilpres 2019

Prabowo Subianto (twitter.com/maspiyuuu)

Kumpulan keluarga aktivis yang dikatakan diculik oleh rezim Orde Baru pada 1998 lalu itu dengan tegas menyatakan tidak rela apabila Prabowo Subianto jadi presiden.

Mugiyanto, selaku Ketua Dewan Penasihat Ikohi mengatakan keluarga korban penculikan lebih memilih capres yang tidak punya beban masa lalu

View this post on Instagram

Selamat Berakhir Pekan!

A post shared by Prabowo Subianto (@prabowo) on

“Keluarga korban penculikan dan penghilangan paksa 1998 ini menyatakan semuanya menolak capres penculik, capres pelanggar HAM, Prabowo. Itu ekspresi konkret dari mereka semua,” ujar Mugiyanto.

Mugiyanto yang juga mantan aktivis ’98 memiliki dugaan Prabowo Subianto bertanggung jawab penuh atas penghilangan dan penyiksaan para aktivis pada 1998 silam. Ia mengaku taka bisa membayangkan apabila pelaku pelanggaran HAM yang belum mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum itu dipilih sebagai presiden.

Sementara kakak dari salah satu aktivis yang hilang merasa yakin bahwa orang yang bertanggung jawab atas hilangnya sang adik adalah Prabowo Subianto

“Dari penculikan ini kami identifikasi bahwa penculikan adalah Danjen Kopassus yang bertanggung jawab, adalah Prabowo,” ungkap Suyadi, kakak dari Suyat.

Suyadi mengaku memiliki harapan agar masyarakat membuka mata lebar-lebar untuk melihat rekam jejak calon kepala negara dari kasus apa pun termasuk dugaan pelanggaran HAM yang berat. Ia menganjurkan untuk tidak memilih capres pelanggar HAM.

Untuk diketahui, keluarga korban kekerasan dan penculikan aktivis ’98 antara lain adalah kedua orang tua Ucok Munandar Siahaan, Petrus Bima Anugerah, Faisol Riza, dan kakak dari Suyat dan Wiji Tukul. Tak hanya itu ada juga keluarga dan korban penculikan yang selamat, seperti Mugiyarto, Aan Rusdiyanto, dan Faisol Riza.

Meski tetap keputusan ada di tangan rakyat, menurutmu gimana guys?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *