Sandungan Politik Prabowo, Kabar Penculikan Sampai Mau Bunuh Soeharto

Prabowo Subianto (instagram.com/prabowosubianto.fans)

Prabowo Subianto yang merupakan Capres nomor urut 02 ini kerap mendapatkan sandungan politik yang cukup tajam. Terlebih isu seputar pelanggaran hak asasi manusia (HAM)

Prabowo Subianto (instagram.coom/prabowosubianto.fans)

Seperti pada Pemilu 2014 lalu, Prabowo yang juga maju sebagai capres sering mendapatkan pertanyaan seputar HAM. Kisah tudingan-tudingan negatif terhadap Prabowo pun tertulis dalam buku “Prabowo Subianto Indonesia Menang”.

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan kampanye yang dikeluarkan oleh tim Prabowo Subianto- Sandiaga Uno

Meski sering mendapatkan serangan seuptar HAM, Prabowo bercerita ia tak ingin menyerang balik. Hal itu lantaran beliau mengingat sebuah pepatah dalam kalimat ‘menang tanpo ngasorake’ yang artinya adalah kemenangan yang kita inginkan jangan sampai merendahkan orang lain. Tanpa menghina ataupun mempermalukan. Kemenangan yang diraih harus dengan cara yang elengan. Menang dengan jiwa besar, namun lawan tetap bisa menegakkan kepala tanpa dinistakan.

Setiap kali ditanya soal HAM oleh lawan politiknya, Prabowo akan menjawab tanpa membalas

View this post on Instagram

Memimpin dengan mengunakan akal sehat.

A post shared by prabowosubianto.fans (@prabowosubianto.fans) on

Ketika ada kesempatan bertanya, Prabowo memilih untuk memberikan pertanyaan yang tidak bersifat pribadi. Ia tidak akan menyerang ataupun memojokkan lawan politiknya. Bahkan ia mengaku tak segan memuji dan menghormati pendapat lawan politik.

Prabowo yakin, semua tuduhan yang dilontarkan akan seperti pepatah “ajining diri saka pucuke lathi, aji ning raga saka busana” yang artinya harga diri seseorang terletak dari lidahnya dan kemampuan menempatkan diri sesuai situasinya.

Prabowo menjunjung tinggi untuk menghormati lawan secara sportif. Jika lawan politik tersebut menang, kita harus tetap menghormati dan mendukung walau berat

Tak hanya dalam politik, mantan Panglima Kostrad ini menceritakan bahwa ia pernah dituding ingin membunuh mertuanya sendiri yakni Presiden Soeharto. Bahkan ada yang menyebutkan ia ingin mengkudeta Presiden BJ Habibie. Ada juga tudiangan menjadi dalang kerusuhan Mei 1998.

Prabowo pun merasa tuduhan-tuduhan itu adalah fitnah. Namun ia tetap percaya hal terbaik yang bisa ia lakukan adalah dengan tidak membalas tuduhan-tuduhan tersebut. Menurutnya, capat atau lambat semua yang baik akan terungkap. Begitu pula dengan yang tidak baik juga akan terungkap.

Menurut Prabowo, seorang pejuang tidak boleh bicara kebencian, dengki ataupun iri dan bicara ciri-ciri manusia yang lemah lainnya. Sikap pejuang bangsa adalah dengan menggali kekuatan tangguh, jiwa yang serba bisa dengan sikap pemaaf.

Haters gonna hate, meski penjelasan panjang lebar sudah dinyatakan. Tetap saja sosok-sosok yang tak suka akan tetap mengusiknya. Bagaimana menurutmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *