4 Fakta Baru Kiamat Ponorogo, Meteor Hantam Bumi saat Ramadan?

Ilustrasi (Pixabay.com)

Pekan ini masyarakat digegerkan dengan kabar kiamat Ponorogo di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Puluhan warga Desa Watubonang eksodus ke Malang  karena yakin kiamat segera tiba.

Aksi 52 warga tersebut sontak membuat kaget publik. Bahkan tak sedikit siswa yang bolos karena ikut orang tuanya angkat kaki dari Desa Watubonang.

Terdapat 10 siswa SDN 2 Watubonang yang tiba-tiba menghilang tanpa pamit pada pihak sekolah. Peristiwa itu tentu sangat disayangkan, apalagi 3 siswa di antaranya sudah kelas 6.

Siswa sekolah (Twitter.com/kumparan)

Nah, berikut ini 4 fakta yang wajib kamu tahu seputar isu Kiamat Ponorogo

1. Berawal dari sebuah fatwa

Desa Watubonang (Twitter.com/rakyatgarut)

Insiden mengejutkan ini berawal dari sebuah fatwa kiamat yang dikeluarkan oleh Kiai Haji Ramli Soleh Syaifuddin, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, Kabupaten Malang. Puluhan warga percaya bahwa desa mereka akan hancur pertama kali saat kiamat tiba.

Hal itu menggegerkan 52 warga Desa Watubonang. Mereka berbondong-bondong menjual lahan, harta benda, sampai rumah.

Setelah menjual harta bendanya, mereka pergi ke Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin. Kiai Ramli Soleh Syaifuddin menegaskan, informasi tentang fatwa hari kiamat yang beredar adalah bohong alias hoaks.

2. Klarifikasi Kiai Ramli Soleh Syaifuddin

Pihak Kepolisan (Twitter.com/hitamputihc)

Kiai Ramli Soleh Syaifuddin menjelaskan, informsi tersebut berasal dari program tiga bulanan jelang Ramadan yang selalu digelar ponpes. Saat menjelaskan tentang 10 tanda kiamat itu, Kiai Ramli menganjurkan kepada pengikutnya untuk bersatu.

Ia juga membantah terkait pengikutnya yang diminta untuk menjual segala aset dan menyetornya ke ponpes untuk bekal akhirat.

3. Waspada meteor saat Ramadan

Ilustrasi meteor (Twitter.com/tigagarda)

Kiai Ramli mengatakan, dalam  tiga tahun terakhir ponpesnya sudah menjalankan program triwulan untuk menyongsong Ramadhan yang ditandai dengan munculnya meteor.

Oleh sebab itu, tiga bulan sebelum ramadan ia mengimbau pengikutnya untuk waspada akan datangnya meteor, yang merupakan salah satu tanda kiamat. Kiai Ramli mengatakan hal itu tercantum dalam hadis yang menyebut bahwa untuk menyongsong kiamat diharuskan menyiapkan bahan makanan untuk satu tahun.

4. Polisi memburu dalang di balik isu kiamat

Pihak Kepolisan (Twitter.com/bhinekanusan)

Saat ini polisi sedang memburu warga bernama Katimun. Katimun diduga merupakan dalang di balik isu kiamat yang beredarvdi Desa Watubonang, Ponorogo, Jawa Timur.

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant menyatakan bahwa isu kiamat sudah dekat tersebut bukan disebarkan dari pihak Pondok Pesantren di Kecamatan Kesambon Kabupaten Malang, Jawa Timur. Meskipun begitu, Radiant mengakui puluhan warga di Desa Watubonang memilih eksodus ke pesantren tersebut.

Radiant juga masih mendata warga desa yang masih menetap di sekitar ponpes di Malang. Sejauh ini diketahui terdapat 42 warga Ponorogo yang berada di ponpes Malang tersebut, sedangkan jumlah yang minggat ada 52 orang.

Duh, memang kabar hoaks bisa berakibat fatal bagi siapa pun yang memercayainya begitu saja. Semoga kita lebih waspada lagi ya dengan pemberitaan hoaks dan pihak yang menyebarkan dapat ganjaran setimpal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *