Isu Kiamat Ponorogo, Inilah Misteri Padepokan Gunung Pengging Musa AS

Rumah warga Ponorogo (Twitter.com/jawapos)

Minggatnya puluhan warga Desa Watu Bonang, Ponorogo, Jawa Timur ke Malang masih menjadi perbincangan hangat. Sontak, aksi 52 warga tersebut membuat masyarakat Tanah Air terkejut terheran-heran.

Warga Ponorogo mengungsi (Twitter.com/mimbarakyat)

Isu kiamat sudah dekat yang menggiring puluhan warga eksodus ini mungkin ada kaitannya dengan Padepokan Gunung Pengging di Desa Watu Bonang Badegan, Ponorogo. Sebelum pergi, mereka rutin melakukan kegiatan religi di tempat yang didirikan oleh warga setempat bernama Katimun.

Desa Watu Bonang (Twitter.com/rakyatgarut)

Lokasi tersebut terdiri dari dua bangunan. Satu bangungan adalah rumah Katimun yang menjadi aula pertemuan jamaah, satunya lagi adalah tempat peribadatan.

Dinding teras aula tersebut berhias foto-foto KH Sholeh Syaifuddin dan KH M Romli.

‘’Padepokan Gunung Pengging berdiri sejak tiga tahun terakhir,’’ kata Saeran, salah satu warga di Desa Watu Bonang.

Warga desa (twitter.com/alreina_media)

Saeran mengungkap, Katimun adalah santri salah satu pondok pesantren di Malang. 18 tahun sudah ia lewati untuk menimba ilmu di sana.

Setelah kembali ke kampung halaman, Katimun kian membagikan ilmu agama yang telah ia emban. Salah satunya adalah ajaran Thoriqoh Akmaliyah Ash Sholihiyah (Musa AS).

Pondok pusat Thoriqoh (Twitter.com/solopos)

Kegiatan pengajian biasanya digelar Rabu dan Sabtu malam. Jamaah tidak hanya terdiri dari warga Desa Watu Bonang saja, tapi juga ada dari luar.

‘’Sekarang aktivitasnya sudah tidak ada, Katimun pendiri padepokan dan juga jemaahnya pergi ke Malang,’’ ungkapnya.

Pondok pusat Thoriqoh (Twitter.com/solopos)

Terlepas dari peristiwa minggatnya para jamaah ke Malang karena isu kiamat, Kasun Krajan Desa Watu Bonang Sogi mengungkap kalau padepokan dan thoriqoh itu tidak terdapat kegiatan negatif. Jamaah melaksanakan kerja bakti, tahlilan, dan kegiatan sosial lain.

Namun, Sogi mengatakan kalau keganjilannya memang baru muncul sekarang ini. Kasus ini memang membuat heran, ya guys! Semoga warga yang terkait bisa segera pulang ke kampung halamannya dan menjalani hari-hari dengan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *