Resmi! FAA: Boeing 737 Max Dilarang Terbang Hingga Mei

Boeing 737 Max (Twitter.com/zanna_ua)

Pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9 telah resmi dilarang terbang oleh Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump pun angkat bicara mengenai pelarangan tersebut di konferensi pers.

Donald Trump (Twitter.com/@NotiAdictos)

Kabar terbarunya, bulan Mei ini merupakan batas waktu hukuman untuk pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9. Kabar tersebut diumumkan oleh Otoritas penerbangan Amerika Serikat.

Sebelum pengumuman tersebut, Federal Aviation Administration AS (FAA) telah mengikuti langkah puluhan negara dan entitas untuk menghukum Max. Pesawat tidak boleh terbang sampai dilakukan uji pada pembaruan software (perangkat lunak).

Pesawat (Twitter.com/reuters)

Rick Larsen, anggota DPR AS menyebutkan kalau pembaruan perangkat lunak tersebut bakal bukut waktu beberapa pekan. Diperkirakan, install perangkat lunak pada semua pesawat akan rampung sampai April, paling lama Mei.

Boeing 737 (Twitter.com/nytimes)

Rabu kemarin, FAA mengatakan kalau perbaikan perangkat lunak untuk Boeing 737 Max yang telah diproses sejak insiden Lion Air JT 610 bisa makan waktu berbulan-bulan. Kecelakaan ET 302, tak lama usai lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 jiwa dari 35 negara.

Boeing 737 (Twitter.com/reuters)

Insiden tersebut adalah kecelakaan kedua yang melibatkan 737 Max 8 di enam bulan terakhir. Lion Air JT 610 pun menggunakan pesawat yang serupa.

Banyak pihak yang menyadari kesamaan dalam dua insiden tersebut. Beberapa ahli pun mengutip data satelit dan bukti di lokasi kecelakaan utuk menemukan hubungan antara insiden hari Minggu dengan Lion Air JT 610.

FAA dinilai kurang cepat

Pada hari Kamis, Jepang, Rusia dan Tunisia telah melarang pesawat Boeing 737 Max berada di wilayah udara mereka.

FAA telah menyatakan pada maskapai penerbangan AS untuk memberi hukuman. Namun, banyak yang menilai kalau aksinya tersebut kurang cepat dibanding negara lain.

Kesamaan kecelakaan ET 302 dan JT 610

Lokasi kecelakaan (Twitter.com/nytimes)

Kesamaan faktor kecelakaan ET 302 dan JT 610 kemungkinan berasal dari sistem anti-stall pesawat. Hal itu menimbulkan pertanyaan atas sikap Boeing dan FAA yang  sempat yakin bahwa MAX 737 aman untuk terbang.

Garuda Indonesia batalkan pesanan Boeing Max

Boeing 737 (Twitter.com/reuters)

Garuda Indonesia pun menyatakan kalau ada kemungkinan pembatalan pesanan 20 pesaawt Boeing Max. Namun, hal itu tergantung pada apa yang akan dilakukan FAA terhadap produsen pesawat.

Duh, akhir-akhir ini memang tak sedikit kasus kecelakaan pesawat ya, ngeri banget! Semoga produsen pesawat tanggap dalam menangani hal ini agar tidak ada nyawa lagi yang harus terbang selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *