3 Pemilu Unik di Dunia yang Hasilnya Tak Masuk Akal, Kucing Jadi Presiden?

ilustrasi pemilu (Foto: Pexels.com)

Sebentar lagi, Indonesia akan mengadakan pemilihan umum alias pemilu untuk calon presiden dan wakil presiden 2019-2024.  Pemilu merupakan suatu perhelatan yang serius karena merupakan momen penentuan untuk masa depan bangsa.

Tapi, beberapa masyarakat di luar negeri ada saja yang menyalurkan selera humornya dalam pemilu. Seperti lelucon “Mickey Mouse” yang menjadi “kandidat imajinatif” yang kerap muncul di hampir setiap pemilu presiden Amerika Serikat.

Ternyata, terdapat beberapa pemilu di luar negeri yang memiliki hasil tidak masuk akal dan kocak. Berikut ini adalah 3 pemilu paling unik dengan hasil yang tidak masuk akal di dunia.

1. Badut

Badut (Foto: Pexels.com)

“Badut” sering disebut-sebut sebagai kiasan untuk mengkritik para politisi. Siapa sangka, masyarakat Brasil sepertinya benar-benar memilih badut sebagai wakil rakyat mereka.

Tapi, bukan sembarang badut, lho! Terdapat seorang kandidat buta huruf yang memiliki slogan “Saya tidak tahu apa yang dilakukan anggota DPR, tapi pilihlah saya, dan saya akan melakukan apapun yang rakyat pinta.”

Slogan kampanye uniknya itulah yang membuatnya dijuluki “badut” oleh lawan kandidat lainnya. Masyarakat pun nampaknya juga tertarik padanya sehingga ia berhasil mencapai 1,3 juta suara, dua kali lipat dari pesaing terdekatnya, wow!

2. Kucing

Kucing (Foto: Instagram/@qonitachai)

Si hewan yang imut tapi pemalas ini seringkali menjadi favorit manusia. Di negara bagian Alaska, tepatnya kota Talkeetna, beberapa kucing telah menjadi pemimpin selama lebih dari 15 tahun.

Namun, mereka tidak benar-benar memimpin kota, kok! Masyarakat menjadikan kucing sebagai representatif untuk meningkatkan daya tarik wilayah tersebut di tingkat nasional.

Talkeetna terancam bangkrut karena menipisnya pendapatan terbesarnya yaitu sektor migas, akibat eksploitasi bumi. Oleh karena itu, masyarakat memiliki ide untuk menjadikan kucing sebagai maskot.

Ide brilian tersebut ternyata benar-benar membantu pertumbuhan sektor wisata Talkeetna, lho!

3. Badak

Badak (Foto: Pexels.com)

Pada 1950-an, Sao Paulo  menjadi pusat ekonomi Brasil. Di balik perkembangannya yang pesat, ternyata banyak warga yang merasakan kurangnya kesejahteraan dan keadilan.

Beberapa ormas pun melakukan protes dengan cara yang unik. Beramai-ramai mereka mengajukan seekor badak sebagai kandidat walikota dalam pemilu. Badak yang bernama Cacareo itu dikenal sebagai penghuni Kebun Binatang Sao Paulo yang sopan.

Gerakan ini merupakan bentuk sindiran terhadap pejabat kota yang dianggap tak memikirkan nasib rakyat. Siapa sangka, si badak ini ternyata meraih posisi tertinggi dengan perhitungan abstain lebih dari 100.000 suara, lho!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *