Facebook dan Youtube Hapus Video Aksi Penembakan di Selandia Baru

Penembakan Masjid (twitter.com/shlaarovo)

Hari ini, kabar mengejutkan datang dari Selandia Baru. Negara yang tadinya damai itu kini dibuat geger seketika. Insiden penembakan telah terjadi di sana. Banyak korban juga berjatuhan.

Insiden penembakan di masjid yang terjadi di Selandia Baru ini membuat media sosial Facebook dan Youtube bertindak cepat. Kamu tahu, dengan sadisnya pelaku aksi teror ini merekam aksi brutalnya secara langsung dan menyebar di media sosial.

Facebook menghapus komentar pujian untuk pelaku

Facebook mengambil tindakan dengan menghapus rekaman-rekaman dari video insiden tersebut. Sedihnya, ada warganet yang memuji aksi tersebut. Facebook juga menarik semua unggahan yang berisi pujian atau dukungan untuk aksi penembakan ini.

Facebook pun memberikan penjelasan. Ya, setelah dicek kembali, pihak Facebook memang telah menghapus rekaman-rekaman video insiden tersebut.

Why Would You Do This To Me? GIF - Find & Share on GIPHY

Ternyata, polisi Selandia Baru yang memberi tahu kepada Facebook mengenai video yang disiarkan secara langsung di Facebook.  Kejadian itu disiarkan secara langsung melalui akun pelaku penembakan. Tak perlu khawatir, Facebook juga sudah menghapus akun pelaku beserta video penembakannya.

Youtube juga serupa dengan Facebook

Tak lupa, semua unggahan yang berisi pujian maupun dukungan untuk aksi kejam ini telah dihapus. Tindakan serupa juga dilakukan oleh situs video streaming Youtube. Melalui akun Twitter resminya, Youtube menyatakan akan menghapus semua rekaman yang ada kaitannya dengan insiden penembakan ini.

Insiden penembakan tersebut terjadi saat umat muslim di Selandia Baru tengah menjalankan ibadah shalat Jumat. Karena kejadian ini, sebanyak 40 korban jiwa.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyampaikan dalam konferensi pers, kalau insiden ini menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Selandia Baru.

Identitas pelaku

Polisi juga menyampaikan pelaku terdiri dari tiga pria dan satu perempuan. Mereka telah berhasil ditangkap. Tak hanya sekadar penembakan, ada juga bom yang ditemukan telah terpasang di mobil teroris dan sudah dinonaktifkan militer.

Salah seorang di antara empat pelaku yang ditangkap merupakan warga negara Australia. Identitas satu pelaku tersebut bernama, Brenton Tarrant. Dalam pernyataannya, salah seorang terori itu berkata kalau dia berusia 28 tahun dan memang sengaja datang dari Australia untuk melakukan aksinya. Sungguh hal yang tak manusiawi sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *