Siarkan Aksi Penembakan Secara Live, Facebook Hapus Akun Brenton Tarrant

Facebook (Twitter.com/timemagazine)

Tragedi penembakkan masjid di Selandia Baru dilakukan oleh teroris bernama Brenton Tarrant. Brenton menyiarkan aksi kejinya tersebut secara live di akun Facebook miliknya. Akunnya kini sudah menghilang dari Facebook.

Brenton Tarrant (Twitter.com/tribunnews)

Pasca kejadian naas di Selandia Baru itu, Facebook dan Instagram segera menyingkiran akun Brenton Tarrant. Penghapusan akun dilakukan platform setelah mendapatkan peringatan dari kepolisian setempat.

Brenton Tarrant menyiarkan aksi sadisnya lewat fitur live streaming di Facebook. Dalam aksi brutalnya, ia menggunakan kamera Go-Pro yang dipasang di kepalanya.

Aksi penembakan (Twitter.com/tribunnews)

Facebook telah mengumumkan penghapusan akun dan video Brenton Tarrant. Pengumuman tersebut mereka sampaikan lewat Twitter.

“Polisi memberi peringatan kepada kami atas video di Facebook sesaat setelah siaran langsung itu dibuat dan kami segera menghapus akun pelaku di Facebook dan Instagram,” tulis cuitan tersebut.

Pria 28 tahun tersebut adalah warga Australia. Ia kerap mempublikasi status sebagai seorang fasis dan pendukung Oswald Mosley, politisi Inggris pendiri Serikat Fasis Inggris pada 1930-an.

Rencana penembakan dua tahun lalu

Penembakan Masjid Selandia Baru (Twitter.com/ajnews)

Teroris keji ini pernah mempublikasi tulisan berjudul: “Anti-imigran, anti-Muslim”.  Dalam tulisan tersebut ia menjelaskan bahwa rencana penembakan ini sudah sejak dua tahun lalu.

Dari tulisan ini pula, dirinya mengaku tidak tertarik dengan dunia pendidikan, tidak pernah mendapat nilai bagus, dan pernah berinvestasi mata uang virtual di BitConnect yang hasilnya dipakai untuk jalan-jalan.

“Saya hanyalah seorang kulit putih biasa dengan umur 28 tahun. Saya lahir di Australia dari keluarga dengan penghasilan menengah. Orang tua saya keturunan Skotlandia, Irlandia, dan Inggris. Tidak ada masalah dalam masa kecil saya.”

Facebook hapus komentar dukungan untuk Brenton Tarrant

Director of Policy Facebook untuk Australia dan Selandia Baru, Mia Garlick, mengatakan bahwa perusahaan juga menghapus komentar netizen mendukung aksi brutal itu. Facebook siap bekerja sama dengan aparat Selandia Baru selama penyeldikan berlangsung.

“Kami bergerak cepat menghapus akun Facebook dan Instagram dan juga video tersebut. Kami juga segera menghapus komentar yang mendukung terhadap aksi tersebut dan para penembak saat kami menemukannya,” ujar Garlick.

Akun Twitter juga sudah dihapus

Brenton Tarrant juga pernah membagikan foto majalah yang mengulas senjata penembak. Tak hanya akun Facebook dan Instagram, akun Twitternya pun kini juga sudah disingkirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *