Facebook Pontang Panting Hapus Video Penembakan Biadab di Christchurch, Netizen Malah Bully FB

 Facebook bekerja keras membasmi viralnya video yang menayangkan siaran langsung  diduga teroris yang menjadi dalang tragedi berdarah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Facebook menyebutkan bahwa pihaknya telah  menurunkan tayangan video siaran langsung dari pria yang melakukan penembakan pada mesjid di Selandia Baru. Selain itu, Facebook juga menyingkirkan akun pria itu di Facebook dan Instagram. Hal ini seperti terungkap dalam cuitan akun resmi Facebook Newsroom, Jumat (15/3).

Pihak Facebook Selandia Baru juga turut menanggapi keresahan publik dengan berjanji akan terus memonitor terus progres yang terjadi dari kejadian berdarah ini.

Komentar pun berdatangan. Ada yang memaki dan ada yang suportif terhadap apa yang telah dilakukan oleh Facebook.

 

Ada seorang netizen Twitter yang menganggap pengumuman tersebut cukup fungsioal, meskipun dirinya merasa mark seharusya tak usah mencpitakan Facebook sejak awal.

Seorang netter juga menyayangkan kondisi yang terjadi, sebab semuanya sudah terlambat. Video itu sudah viral ke mana-mana.

 

Akun lain menghujat Facebook karena telah menjadi wadah buat orang-orang ekstrim untuk menyebarluaskan kebencian dan melaksanakan agenda mereka yang kejam.

Netter ini juga menginginkan Facebook menstop terorisme dan biang teroris menjamur di platform sosial media tersebut.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, telah terjadi penembakan keji terhadap jemaah yang sedang beribadah di dua masjid di Christchurch. Kabar terakhir, sebanyak 49 orang tewas akibat aksi itu dan empat orang terduga pelaku telah ditahan oleh kepolisian setempat.

Teroris itu melakukan penembakan brutal di sekitar dan di dalam masjid sembari merekam aksinya dan kemudian menyiarkannya langsung di media-media sosial.

Kepolisian Selandia Baru telah meminta para netizen dan perusahaan media sosial untuk tidak menyebarkan video-video tersebut.

“Polisi mengetahui ada rekaman yang sangat mengerikan terkait insiden di Christchurch yang menyebar secara online. Kami mendesak agar tautan berisi video itu tak disebar. Kami sedang berusaha agar rekaman-rekaman itu dihapus,” kata juru bicara kepolisian Selandia Baru.

Tetapi tampaknya permintaan itu sangat sukar diwujudkan. Hingga Jumat petang, video-video penembakan di dua masjid Christchurch menyebar luas di media sosial maupun aplikasi pesan WhatsApp.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *