Ternyata Ada 12 Orang Ikut Keciduk KPK Bersama Romahurmuziy, Siapa?

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) membawa 13 orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy. Siapa saja?

Aksi OTT KPK terjadi di sebuah hotel di Surabaya, Jumat (15/3/2019) pagi. Setelah OTT KPK, Romahurmuziy dan sejumlah orang dibawa ke Polda Jatim untuk diperiksa.

Menurut petugas bandara di pintu masuk, rombongan KPK masuk melewati pintu khusus karyawan sekitar pukul 14.45 WIB.

Rombongan KPK tersebut dikawal oleh satu petugas dari kepolisian dan petugas pomal.

KPK bertolak ke Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air.

“Tapi kami tidak tahu ada berapa orang yang dibawa rombongan KPK,” kata seorang petugas tersebut.

Hartono, anggota Satgaspam TNI di Bandara Juanda menyebutkan ada beberapa orang yang dibawa rombongan KPK.

Berikut daftar nama yang didata Satgaspam TNI Bandara Juanda:

1. Mochammad Romahurmuziy

2. Haris Hasanuddin

3. Muh Muafaq Wirahadi.

4. Harun Al Rasyid

5. Agataria Adriana

6. Rieswin Rachwel

7. Condro Raharjo (pengamanan)

8. Amin Nuryadi

9. Abdul Wahab

10. Mochamad Sachrun Najib

11. Ni Made Dewi Suryani

12. Arief N Kuncoro

13. Herdiyanto Prabowo (pengamanan)

KPK menduga transaksi haram yang menjadi latar OTT KPK terhadap Romahurmuziy bukan pertama kalinya. Namun KPK belum menyebut sudah ada berapa kali transaksi. “Kami duga ini bukan pertama kali,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/3).

Tim KPK yang menggelar OTT Romahurmuziy di Jatim turut menyita uang kas dalam pecahan rupiah. Namun jumlah uang itu belum disebutkan.

“Ada uang diamankan pecahan uang rupiah diduga terkait dengan pengisian jabatan kementerian,” sebut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung ACLC, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/3).
Image result for romahurmuziy
Transaksi haram yang terjadi itu diduga berkaitan dengan pengisian jabatan di Kemenag. “Diduga ada penerimaan uang terkait pengisian jabatan,” kata Febri.

“Transaksi diduga terkait pengisian jabatan Kemenag, baik pusat maupun daerah,” imbuh Febri.

KPK juga menyampaikan terimakasih pada pihak Polda Jatim yang telah memfasilitasi dan membantu tim yang sedang bertugas di sana.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *