Aksi Heroik di Tragedi Christchurch, Marbot Masjid Nekat Rebut Senjata Teroris

Aksi Penempakan di New Zealand (dw.com)

Sebuah tragedi mengerikan terjadi di masjid wilayah Christchurch, Selandia Baru. Seorang teroris membabi buta masuk ke masjid dan membantai semua orang.  Namun ada sosok heroik yang berani mempertaruhkan nyawanya, marbot masjid!

Seorang pria tak dikenal nekat merebut senjata dari pelaku penyerangan masjid di Selandia Baru, Jumat (15/03) kemarin, dua orang saksi mengatakan kalau tidak ada dia maka akan lebih banyak lagi korban yang jatuh. Syed Mazharuddin dan Faisal Sayed memaparkan kisahnya. Pria muda yang diperkirakan adalah seorang penjaga masjid atau marbot itu mempertaruhkan hidupnya untuk melawan pelaku. Syed Mazharuddin, salah satu saksi dalam peristiwa itu, mengatakan saat kejadian dia sedang salat Jumat di masjid Linwood, kota Christchurch, bersama sekitar 70 jemaah yang lain ketika mendengar suara tembakan.

People wait outside a mosque in central Christchurch, New Zealand

Orang-orang seketika itu pula langsung berteriak dan dia berusaha mencari perlindungan ketika pelaku masuk ke masjid, ujarnya kepada New Zealand Herald.

“Di sekitar pintu masuk ada sejumlah orang tua yang sedang berdoa, namun pelaku langsung menembaki mereka begitu saja,” ujarnya.

Syed mengatakan pelaku mengenakan rompi anti peluru dan menembaki semua orang dengan membabi buta. Bahkan ada seorang wanita berteriak ‘tolong, tolong’ dan dia menembak wajahnya dari jarak dekat,” ujarnya.

“Saat itulah ada seorang pria muda yang biasanya merawat masjid dan mengatur parkir, ketika dia melihat ada peluang saat itu pula dia menyergap dan berusaha merebut senjatanya.”

“Pahlawan itu berusaha mengejarnya, dan dia rupanya tidak bisa menemukan pelatuk senjata … dia mengejarnya tetapi ada sejumlah orang yang menunggu pelaku di mobil dan pelaku melarikan diri.”

Saksi mata yang kedua (Faisal Sayed) juga mengatakan hal yang serupa.

Members of the public gathered outside the Masjid Al Noor mosque as they waited for information about relatives
news.sky.com

Faisal, yang sudah tinggal di Selandia Baru lebih dari 10 tahun, mengatakan bahwa ia menyaksikan sesosok pria berusaha  menyergapp pelaku dari belakang dan mendekapnya sampai senjatanya terjatuh.

“Jika tidak terjadi  hal itu, mungkin akan lebih banyak lagi korban yang meninggal dan saya mungkin sudah tidak di sini sekarang,” ujar Faisal.

“Angkat topi untuk pria itu. Saya pasti akan berusaha mencarinya,” kata Faisal, yang kehilangan seorang teman dalam serangan tersebut.

 

Tangisan Netizen

Menurut kamu gimana? Aksi dari Marbot itu? Semoga perbuatannya di balas yang Maha Kuasa ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *