Tragis! Begini Pengakuan Korban Selamat Peristiwa Penembakan Selandia Baru

Salah satu korban penembakan di Selandia Baru. (twitter.com/NassimJbiniany)

Dunia kembali berduka. Jumat (15/03/2019) kemarin, terjadi peristiwa penembakan massal di Masjid Christchurch, Selandia Baru. Penembakan ini terjadi saat sholat Jumat sedang dilaksanakan. Tak banyak orang yang selamat dalam tragedi ini.

Penembakan Masjid (twitter.com/shlaarovo)

Bak permainan di game, penembakan ini terjadi secara tiba-tiba oleh seorang penduduk asli setempat yang mengaku anti imigran dan anti muslim. Kurang lebih empat puluh sembilan orang tewas dan empat puluh delapan lainnya luka-luka.

Insiden penembakan di Selandia Baru (Twitter.com)

Dari sepanjang tragedi yang pernah ada, penembakan massal di Selandia Baru ini merupakan serangan teror yang pernah terjadi di negara tersebut. Hmm, kebayang sih kalau jadi mereka di sana, pasti pada ketakutan dan hati jadi was-was.

Seorang saksi mata, Nour Tavis mengatakan saat kejadian ia berada di barisan depan Masjid Al Noor di Deans Ave bersama temannya ketika penembakan dimulai. Awalnya suara penembakan itu tak begitu terdengar.

Insiden penembakan di Selandia Baru (bbc.com)

Setelah itu, mereka mendengar teriakan dan semua orang menjadi panik. Suara teriakan itu diikuti dengan, “ada penembakan, penembakan, penembaka,” ucap Nour Travis.

Penembakan Masjid Selandia Baru (Twitter.com/ajnews)

Bersamaan dengan itu, banyak orang yang berlari dan berjatuhan. Travis juga melihat seseorang mendobrak jendela dan melompat keluar. Bagi dia, itu adalah salah satu cara untuk melarikan diri. Ya, bisa disebut juga the power of kepepet.

Travis juga berusaha untuk menghindari tragedi ini. Ketika yang lain berlari kepanikan, ia justru memanjat pagar setinggi 1,5 meter dan menggedor pintu sebuah rumah.

Pray for New Zealand. (instagram.com/mizzumy4ever96)

Tak hanya itu, dalam keadaan cemas, ia berharap seseorang akan menjawab dan membawanya ke tempat yang aman dan ternyata berhasil. Bahkan ketika sudah berada di dalam rumah pun, ia masih bisa melihat orang lain yang tertembak dan berlumuran darah.

Suasana setelah penembakan di Selandia Baru. (twitter.com/DanaDuabalack)

Selang beberapa menit kemudian, ketika lokasi sudah cukup aman, Travis kemudian mencoba kembali ke masjid dan membantu yang terluka.

Suasana setelah penembakan di Selandia Baru. (twitter.com/balogunnoag)

Tak sedikit orang yang mati karena kehabisan darah. Dan itu diakui Travis sungguh mengerikan. Sedihnya lagi, teman Travis harus kehilangan istrinya dalam serangan itu. Istri temannya mati tertembak karena ingin memastikan suaminya aman. Eh, malah dia yang terkena peluru.

Tragedi ini tentu membuat seluruh manusia bersedih. Karena sebagian dari mereka merasa kehilangan sanak saudara yang ikut menjadi korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Aamin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *