Nggak Tega Untuk Ngakak, Pasutri Lakukan Hal Ini Tersihir Fatwa Kiamat

Pasutri ini termakan isu kiamat. (twitter.com/sbsinews)

Baru-baru ini, berita bohong soal kiamat terjadi di Ponorogo Jawa Timur. Pernyataan tentang dunia akan segera kiamat membuat 52 warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, memutuskan untuk mengungsi ke sebuah pondok di Malang. Gara-gara berita bohong soal kiamat, sejumlah warga menjual tanah, rumah dan hewan ternaknya dengan harga murah.

Sepasang suami istri asal Kabupaten Mojokerto diduga turut terpapar isu kiamat sudah dekat. Mereka bergabung ke Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang setelah menjual harta benda untuk bekal. Pasutri yang dimaksud yaitu Risky dan Khurotul Aini.

Risky dan Khurotul Aini adalah warga Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Ibu kandung Aini, Ninik Suwarni mengatakan bahwa putrinya itu berangkat pada Kamis 7 Maret 2019 sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut dia, Aini berangkat bersama menantu dan teman dari menantunya, yaitu pasangan kekasih asal Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo.

Suami istri itu diduga terpapar doktrin kiamat karena rela menjual harta benda seolah kehidupan akan segera berakhir dan tidak ada lagi masa depan. “Kata dia ini sebentar lagi kiamat, kurang dua bulan entah bagaimana. Uang tak laku, saya heran uang kok tak laku,” ujar Ninik. Ninik juga menjelaskan bahwa Aini dan Risky menjual beberapa barang berharga nya sebelum berangkat ke Malang. Antara lain 1 sepeda motor seharga Rp 6 juta, gelang emas seharga Rp 1,7 juta, seperangkat sound system dan kipas angin.

“Pamitnya mondok ke Malang, ngaji Rejeban (mengaji bulan Rajab), tapi kok semua dijual? Katanya buat makan di sana, buat biaya hidup di sana, bilangnya gitu,” Kepada Ninik, Aini mengaku menetap di Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin, Malang selama satu bulan.

 

Ya ampun, aneh-aneh aja sih, makanya jangan cepet kemakan isu hoax yaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *