Kena Karma! Ini Rentetan ‘Dosa’ yang Dilakukan Ketua Umum PPP

Ketum PPP Romi (twitter.com/FlashNewsID)

Pemberitaan mengenai penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rommahurmuziy alias Romi membuat geger dunia politik tanah air. Banyak yang mengatakan bahwa Romi kena karma, karena sudah berbuat ‘dosa’ kepada orang-orang yang pernah disakitinya. Sebut saja Mahfud MD, SDA. dan Mbah Moen.

Romi ditangkap KPK terkait dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Penangkapan Romi pun dikaitkan dengan ‘dosa’ masa lalu anggota DPR RI itu. Romi dianggap ‘berdosa’ dan kualat karena menyakiti hati beberapa tokoh yang notabene seniornya.

Namun ‘dosa’ apa saja sih yang membuat sebagian orang itu bilang alau Romi kena karma? Simak saja yuk, penjelasannya seperti yang dilansir dari pojoksatu.id.

Mahfud MD

Romi membuat pernyataan kontroversial sesaat setelah mantan Ketua MK, Mahfud MD gagal dipilih Jokowi menjadi pendampingnya di Pilpres 2019. Jokowi memilih Ma’ruf Amin di detik-detik terakhir.

Mahfud MD dibatalkan jadi Cawapres Jokowi di last minutes. Di tengah isu itu, Rommy justru melontarkan pernyataan yang menyakitkan Mahfud MD.

Mahfud menegaskan, Rommy sebenarnya salah satu orang yang seolah memberi angin deklarasi Jokowi-Mahfud Md bakal digelar di Plataran Menteng, Kamis (9/8).

Namun Mahfud malah mendapatkan pernyataan Romy yang berbeda dengan apa yang diketahuinya.

“Yang mungkin saya agak tersinggung justru pernyataan Ketua Umum PPP. Rommy keluar dari ruangan itu dia bilang, “Loh, Pak Mahfud itu kan maunya sendiri katanya, bikin baju sendiri, siapa yang suruh,” ungkap Mahfud dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (14/8) malam.

Bahkan saat itu, Mahfud MD menyatakan memiliki kartu mati Romahurmuziy dan Cak Imin (Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB) dan siap membongkarnya kepada KPK.

Kualat kepada SDA

Romi disebut kualat kepada Suryadharma Ali. Romi menyingkirkan Suryadharma Ali dari jabatan Ketum PPP, sekaligus merebut kursi nomor satu di partai berlambang Ka’bah itu.

Dewan Pengurus Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dimotori Romi, memecat Suryadharma Ali dari jabatannya sebagai Ketua Umum PPP dalam rapat pengurus harian (RPH) DPP PPP.

Romi mengatakan, Suryadharma dianggap telah melanggar anggaran rumah tangga (ART) PPP Pasal 10 ayat 1 huruf c dan d. Sementara itu, pemberhentian terhadap Suryadharma sudah sesuai dengan ART Pasal 10 ayat 2.

Romi menjelaskan, alasan pemberhentian Suryadharma ialah karena mantan Menteri Agama itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kena karma karena pernah merevisi doa Mbah Moen

Romi juga disebut kualat kepada KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Romi pernah meminta Mbah Moen merevisi doa untuk Jokowi. Sebab, doa Mbah Moen sebelumnya justru menyebut Prabowo sebagai presiden. Padahal, doa itu ditujukan kepada Jokowi.

Romi dianggap melanggar tradisi santri yang sangat hormat kepada para kiyai. Romi dianggap durhaka karena berani menyuruh kiyai sekelas Mbah Moen untuk merivisi dan meralat doanya.

Romi juga dituding memanfaatkan jabatannya sebagai Ketua Umum PPP untuk melakukan intervensi di Kementerian Agama.

Tak hanya itu, Romi juga dituding kualat karena memecah belah PPP selama bertahun-tahun.

Hmm… Mungkin benar kali ya, Romi kena karma dengan apa yang dilakukannya di masa lalu. Namun tetap aja sih, kalau ia enggak terima suap, enggak bakal juga deh Romi ditangkap KPK. Memang dari dirinya saja yang sudah menetapkan langkah di jalan yang enggak benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *