Jelang Pemilu, Tips Menjadi Pemilih Cerdas ala Perludem

Ilustrasi (Sumber : instagram.com/baguslifandry.official)

Pilpres 2019 telah memasuki masa kampanye. Hingga pelaksanaan hari pemungutan suara yang jatuh pada 17 April 2019, para peserta pemilu diberi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, program, dan citra diri mereka kepada publik.

Begitu pula dengan kedua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun mulai gencar berkampanye, untuk mensosialisasikan visi, misi, dan program mereka.

Sebagian masyrakat sudah yakin sann mantap dengan pilihan Capres-Cawapres mereka. Tetapi masih banyak masyarkat yang juga masih bingung dalam menentukan hak suaranya. Untuk itu masyarakat harus cermat dalam memilih pasangan Capres, sebelum pemungutan suara pada 17 April 2019. Jangan sampai salah memilih pasangan calon.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini memiliki sejumlah tips agar menjadi pemilih yang cermat, sebelum memilih calon pemimpin untuk lima tahun mendatang. Yuk, simak tips – tips berikut!

Memberikan atensi yang sama pada isu Pileg dan Pilpres

Ilustrasi debat kedua Capres (Sumber : instagram.com/prabowo)

Saran pertama yang diberikan Perludem adalah mengenai atensi tentang isu pemilu legislatif (Pileg). Menurut Titi ruang publik saat ini lebih mendominasi pembahasan perihal Pilpres. Dia merasa hal ini mengkhawatirkan jika isu Pilpres dapat mengalihkan perhatian publik dengan mengesampingkan Pileg.

“Perwujudan pelayanan publik yang baik tidak hanya dapat dicapai dari presiden yang baik, namum parlemen yang baik juga dibutuhkan, agar kinerja presiden dapat optimal. Maka dari itu, infomasi seputar calon legislatif sangatlah penting,” tulis Titi di situs Perludem pada Oktober lalu (24/10).

Kenali caleg atau pasangan Capres yang sesuai dengan aspirasi politik pribadi

Pilpres 2019 (Foto: https://www.instagram.com/kpu_ri/)

Menurut Titi memang tidak mudah untuk mengenali calon legislatif satu per satu. Untuk mempermudah, pemilih bisa mengenai caleg yang dirasa memiliki aspirasi politik yang sejalan secara pribadi.

Caranya adalah pemilih dapat mengidentifikasi hal yang jadi kebutuhan pribadi mau pun masyarakat dalam kehidupan bernegara. Tips ini juga berlaku untuk pasangan Capres-Cawapres yang akan dipilih.

Cermati program, gagasan, hingga rekam jejak calon

Menurut Titi, langkah selanjutnya adalah mencermati program dan gagasan caleg atau pasangan Capres-Cawapres. Mereka pasti menawarkan nilai lebih dari diri mereka masing-masing, maka itu tahapan ini harus diimbangi dengan pengamatan rekam jejak caleg.

Jadi bukan hanya program yang ditawarkan tapi harus ada realisasinya. Rekam jejak yang harus dicermati pemilih adalah seperti kasus hukum. Dengan begitu, pesatnya kemajuan digital di era ini, rekam jejak para caleg atau pasangan Capres dapat diketahui lebih mudah.

“Kadang-kadang kan para calon itu bisa saja menyusun janji-janji manis. Teks-teks yang indah, tetapi ternyata tidak punya kredibilitas dan rekam jejak untuk direalisasikan,” ujar Titi.

Caleg atau Capres harus sejalan dengan ideologi pribadi

Ilustrasi debat Capres kedua (Sumber : instagram.com/jokowi)

Titi juga menyarankan, jika cara di atas masih menyulitkan solusinya, adalah mencermati caleg atau pasangan Capres melalui partai yang sejalan dengan ideologi pribadi. Hal tersebut bermanfaat juga untuk mencermati lebih lanjut dan lebih valid.

Elite dan aktor politik harus melek politik

Ilustrasi (Sumber : instagram.com/baguslifandry.official)

Yang terakhir, lanjut Titi, para elite dan aktor politik juga harus bertanggung jawab secara moral dan hukum, untuk melakukan pendidikan politik selama kampanye. Hal tersebut membuktikan kalau mereka melek politik demi mengedukasi pemilih, sehingga mereka tidak hanya sekadar memberikan janji tanpa realisasi.

“Jadi sebenarnya mereka itu punya tanggung jawab untuk menjaga agar ruang publik kita hadir dengan diskursus politik yang mendidik. Bukan sekadar mencari publisitas yang melahirkan kontroversi dan menjatuhkan di antara para lawan  politik,” kata Titi Anggraini.

Pelajari tips ini, yuk guys, agar nggak salah pilih pasangan Capres-Cawapres!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *