Debat Sengit di Mata Najwa, Rizal Ramli Ungkap Alasan Dirinya Pindah Kubu, Ternyata …

Pemilu sebentar lagi. Nampaknya para pendukung mulai gencar kampanye sana-sini dan saling beradu argumen siapa ‘pemenang’-nya nanti. Tak hanya itu para politisi pun tak mau kalah mendukung abis-abisan para calon presidennya. Hal itu juga terlihat di acara Mata Najwa semalam (10/4). Lalu, Jokowi atau Prabowo yang akan menang?

Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menilai capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kurang membaca buku, sehingga tergantung pada sekelilingnya. Sedangkan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko menganggap masalah dalam mengurus negara harus diurus dengan tindakan.

Adu Argumen dengan Rizal Ramli soal Literasi Jokowi, Moeldoko: Banyak Baca Tak Selesai Urusannya
(tribunnews.com)

Hal tesebut disampaikan pada acara Mata Najwa yang ditayangkan di TRANS7 pada Rabu (10/4) lalu. Rizal Ramli menyampaikan pendapatnya mengenai keberpihakannya yang berubah. Sebagai mantan menteri di bawah Jokowi, Rizal Ramli lebih condong memilih berada di kubu Prabowo Subianto. Ia menilai Jokowi memang memiliki niat baik namun itu saja belum cukup.

“Tapi Najwa tentu paham niat baik saja enggak cukup. Niatnya sih baik sekali dan model kepemimpinannya itu hand on, pengen tahu semua, pengen ngikutin semua. Kalau Prabowo orangnya lebih tegas, banyak baca dibandingin dengan Pak Jokowi,” jelas Rizal Ramli.

Hasil gambar untuk rizal ramli
(tribunnew.com)

Ia menyebut Jokowi kurang membaca sedangkan negara yang luas ini butuh pemimpin yang serba tahu.

“Dan membaca itu penting karena negara ini terlalu luas dan kompleks. Sama Prabowo you get what you see. Apa yang kamu lihat, apa yang omongin ya itu lah dia. Dia enggak coba moles supaya terlalu halus, atau apa that’s him,” jelas Rizal Ramli.

Kemudian ia kembali menyinggung masalah kurangnya literasi yang dibaca sehingga Jokowi bergantung pada sekelilingnya.

“Nah beliau, mohon maaf, artikulasi karena tidak banyak baca pengetahuannya sangat terbatas, tergantung siapa yang di sekelilingnya. Kalau di sekelilingnya baik-baik ya baik, kalo endak masalah,” ujarnya.

Hasil gambar untuk moeldoko
(merahputih.com)

Moeldoko pun menanggapi dan menyatakan jika memimpin sebuah negara perlu lebih banyak aksi dan kerja.

“Abang saya bilang tegas, ya tegas, berikutnya banyak membaca. Mengurus negara banyak membaca, tidak selesai-selesai urusannya. Mengurus negara adalah learning by doing, learning by working, karena permasalahan tidak semudah yang terpapar di buku,” kata Moeldoko.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan prabowo
(rmol.com)

Ia menjelaskan bahwa proses dalam mengambil sebuah kebijakan itu tidak semudah itu dan butuh pengalaman.

Menurut Moeldoko pengalaman mengelola negara berbeda dengan mengelola tentara. Mengelola tentara baginya mudah berbeda dengan mengelola orang sipil.

Hasil gambar untuk rizal ramli
(liputan6.com)

“Saya selaku panglima TNi ya gampang, saya bilang ‘no way, selesai, selesai, kanan, kanan’. Sipil kiri, kanan beloknya, way enggak gampang,” ujar Moeldoko.

Sedangkan Rizal Ramli menjabarkan pengalaman Prabowo yang paling utama adalah pencalonan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) saat mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Lalu, bagaimana sih sebenarnya posisi Jokowi-Prabowo dalam hasil survei lembaga? Yuk intip informasinya dalam video berikut ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *