Pesta Demokrasi: Sejak Kapan Sih Hadir Dalam Politik Indonesia?

Rakyat menyampaikan suara saat Pesta Demokrasi (Foto: pexels.com)

Saat ini seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke paling update isu Pemilu. Tak terasa memang pemilihan para petinggi negara ini sudah semakin mendekat.

Kalau berbicara mengenai pemilu, pasti tidak akan jauh dari kegiatan kampanye. Umumnya, kampanye selalu diistilahkan dengan nama Pesta Demokrasi yang dimeriahkan dengan saling menggaungkan masing-masing paslon jagoannya.

Saat kampanye, semua saling menyerukan paslon favorit masing-masing (pexels.com)

Seperti yang dilansir melalui geotimes.co.id, sejak tanggal 23 September 2018, kegiatan kampanye sudah dapat dilakukan oleh para paslon Presiden dan Wakin Presiden secara resmi untuk Pilpres 2019. Hal tersebut telah ditetapkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Artinya, seluruh elemen politik dapat menyiapkan diri untuk melakukan Pesta Demokrasi demi melancarkan kegiatan politik serta pemerintahan Pilpres 2016.

Namun, sebenarnya kenapa sih istilah Pesta Demokrasi digunakan dalam masa kampanye?

Asal Istilah Pesta Demokrasi

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata pesta memiliki arti perjamuan makan dan minum dengan bersuka ria atau sesuatu hal yang bersifat perayaan dengan massal.

Sedangkan, istilah demokrasi dalam dunia politik adalah bentuk sistem pemerintahan negara sebagai upaya untuk membentuk kedaulatan rakyat atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah suatu negara.

Jadi, jika kata Pesta Demokrasi dipadukan akan mendapatkan arti perayaan untuk kedaulatan rakyat secara massal untuk terlihat aspirasi masyarakat kepada paslon yang akan naik dalam pemilu.

Dilansir melalui tirto.id, KPU menggunakan istilah Pesta Demokrasi dalam materi promosi Pilpres 2019. Politisi dari beragam kelompok juga kerap mempertukarkan dua istilah tersebut.

Berbagai media menggunakan istilah Pesta Demokrasi sebagai kegiatan kampanye selama pemilu atau Pilpres 2019 saat ini.

Hak voting saat pemilu untuk selama kampanye (Foto: pexels.com)

Masih dilansir dalam laman tirto.id, pemilu di Indonesia pertama kali dijuluki dengan Pesta Demokrasi adalah saat Pemilu 1982. Tokoh yang mencetuskan Pesta Demokrasi adalah Soeharto.

Soeharto meresmikan istilah Pesta Demokrasi saat Pembukaan Rapat Gubernur/Bupati/Walikota se-Indonesia di Jakarta, pada Senin, 23 Februari 1981.

Pada pidato tersebut, memberikan pandangan Soeharto tentang pemilu. Menurut Soeharto, pemilu dilaksanakan guna untuk memperkokoh persatuan nasional, mendewasakan kehidupan demokrasi, dan menggelorakan semangat pembangunan.

Justru pemilu bukan untuk ajang perpecahan. Pemilu harus berdasarkan kesatuan untuk maju, maka diadakan kegiatan kampanye Pesta Demokrasi.

Fungsi Pesta Demokrasi dalam Pemilu

Pesta Demokrasi dalam setiap kampanye pemilu memiliki manfaat untuk membuka jalan bagi rakyat dengan memperkenalkan atmosfer dunia politik selama pemilu berlangsung.

Rakyat juga perlu merasakan apa saja yang sedang meriah dalam dunia politik. Seperti memantau kegiatan debat paslon Presiden dan Wakil Presiden, berhak memberikan suara saat pemilu, dan tidak ada ancaman selama kegiatan kampanye berlangsung.

Jangan lupa gunakan hak voting mu, ya! (Foto: pexels.com)

Pemilu merupakan sebuah acara yang sakral bagi sebuah negara demokrasi. Jadi masyarakat perlu ikut berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi agar tidak melewati kegiatan politik dan tertipu dengan taktik politik jahat yang beberapa kali dimanfaatkan oleh oknum-okmun tertentu.

Untuk kamu yang sudah legal untuk memilih dalam pemilu, jangan lupa gunakan hak suaramu dan berpartisipasi dalam Pesta Demokrasi kali ini, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *