Jalan Kaki Keliling Dunia Ala Christoph

Sembilan tahun berlalu, setelah dinantikan fans akhirnya ia kembali merilis video perjalanan keduanya ‘The Longest Way 2.0.’

Perjalanan Cristoph (Foto: twitter.com/garmendia_aitor)

Seorang pria asal Jerman bernama Christoph Rehage melakukan perjalanan unik yang tidak biasa. Ia berjalan kaki dari Beijing hingga Urumqi salah satu kota di barat laut China.

Namun kabar perjalanan Christoph itu sudah pernah viral karena ia abadikan dalam video dan diunggah ke Youtube berjudul ‘The Longest Way 1.0.’ Sembilan tahun berlalu, setelah dinantikan fans akhirnya ia kembali merilis video perjalanan keduanya ‘The Longest Way 2.0.’

Dalam video perjalanan keduanya ini, Christoph mengambil sudut pandang yang berbeda dari video sebelumnya. Ia kini hanya menampilkan pemandangan yang ia lihat dalam perjalanannya.

Video yang berjudul ‘The Longest Way 2.0 – Back to Xinjiang’ ini adalah momen dimana ia akhirnya kembali ke China. Perjalanan yang ia tempuh adalah 1000 km dari Urumqi ke Khorgas.

Cristoph Rehage (Foto: instagram.com/cristophrehage)

The Longest Way 1.0

Video pertama inilah yang membuat Chsritoph viral. Awal perjalanannya adalah keinginannya untuk pulang kampungnya ke Jerman. Namun ia memilih jalan yang tidak biasa, yaitu berjalan kaki menyusuri jarak 4.646 selama 1 tahun.

Cristoph mengawali perjalanan tersebut dengan rambut gundul dan sebuah tas ransel. Perubahan tubuh yang ia alami selama satu tahun perjalanan tidak lupa ia abadikan dengan berfoto selfie.

Perubahan tubuh yang dialaminya pun terlihat jelas, ia memiliki rambut gondrong dan terlihat kurus setelah melalui kiloan meter. Video berdurasi 5 menit ini cukup menarik perhatian banyak orang dan saat ini telah ditonton sebanyak 24 juta kali.

Foto selfie ala Cristoph tanpa ekspresi kini menjadi ciri khas miliknya. Ia sering membagikan foto selfie perjalanan lain dalam akun instagramnya @christopsrehage.

View this post on Instagram

There were some taxi drivers at the border, some tourists waiting to cross, some border guards, a stray dog, and a little shop. The shop belonged to Sasha. He gave me some ice-cream and some water, and we talked about Mayakovsky (who had also written about his travels). It was delightful. Then I entered the border. It was a lot easier than the border of Iran and Azerbaijan two months earlier. Nevertheless I had to open the Caboose and answer a lot of questions. But then I was halfway through, on a bridge between Azerbaijan and Georgia, and I was told that it was okay to take photographs, so I did that… – ▪️October 9th 2018: Which Way To The Coke Museum? ▪️Walking day – 22km ▪️Complete post on #TheLongestWay (link in bio) – #travel #walk #hike #explore #instatravel #travelgram #travelblog #travelwriter #writetotravel #traveldeeper #travelphoto #passportready #solotravel #instago #getaway #wanderer #wanderlust #world #instadaily #bestoftheday #SonyA7SII #Zeiss #Caucasus #Azerbaijan?? #Georgia?? #Balakan #Lagodekhi

A post shared by Christoph Rehage (@christophrehage) on

Tak lupa, Christoph berpesan pada penontonya, ‘The road is at your feet, and the world is yours’ yang artinya ‘Jalan ada di kaki Anda, dan dunia adalah milik Anda’. Gimana? berani berjalan kaki keliling dunia ala Cristoph ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *