Berkesempatan Masuk Kabah Saat Umrah, Ini Isi Doa Jokowi

(Tribunnews.com)

Presiden Jokowi berkesempatan masuk Kakbah saat melaksanakan ibadah umrah bersama Ibu Negara Iriana. Pelaksanaan ibadah umrah itu dilakukan Jokowi berserta keluarga saat memasuki masa tenang Pemilu 2019.

Berdasarkan rilis yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, selama berada di Arab Saudi, Presiden Jokowi juga mendapat kehormatan diundang oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud bertemu di Istana yang berada di Riyadh.

 

(Tribunnews.com)

Selain itu, untuk menghormati tamu, Putra Mahkota Muhammad bin Salman juga mengundang Presiden Jokowi untuk bertemu secara terpisah di Riyadh.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana bersama rombongan direncanakan tiba kembali di Jakarta pada Senin (15/4/2019) malam.

 

(Kompas.com)

Sebelumnya, Sabtu (13/4/2019) malam, Jokowi-Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengikuti debat capres cawapres terakhir di Hotel Sultan, Jakarta.

Seiring dengan pelaksanaan umroh tersebut, momen Jokowi masuk ke Kakbah itu sempat diunggah di akun Seskab Pramono Anung, @pramonoanung, Senin (15/4/2019).

Tampak dalam potret tersebut, Jokowi masuk ke Kakbah dikawal pengamanan Masjidil Haram dan Iriana berjalan di belakangnya.

Pantauan TribunJakarta.com, Presiden Jokowi dalam laman Instagram @jokowi juga turut mengunggah momen tersebut.

Meski demikian, dalam potret tersebut Jokowi telah keluar dari Kakbah diiringi Iriana danpara pengawal pengamanan Masjidil Haram.

Jokowi terlihat menggunakan pakaian serba putih begitu juga dengan Iriana dan kedua anak mereka, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep.

Dalam keterangan unggahannya tersebut, Jokowi menuturkan, Labbaik Allahumma Labbaik, aku datang memenuhi panggilanMu, Ya Allah.

Jokowi mengatakan, Senin Subuh ia dan keluarga mendapatkan kehormatan untuk memasuk Kakbah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Presiden ke-7 Republik Indonesia itu menegaskan, hanya ucapan syukur yang bisa dipanjaktkannya atas kehadirat Allah SWT untuk kesempatan menjejak ruang dalam Baitullah.

Berikut keterangan Jokowi setelah memasuki Kakbah saat ibadah umrah:

“Labbaik Allahumma Labbaik. Aku datang memenuhi panggilanMu, Ya Allah. Subuh ini, saya dan keluarga mendapat kehormatan untuk memasuki Kakbah di Masjidil Haram. Hanya ucapan syukur yang bisa saya panjatkan ke hadirat Allah SWT untuk kesempatan menjejak ruang dalam Baitullah. “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya di antara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan.” Salam kami dari di Tanah Suci untuk seluruh rakyat Indonesia,” tulis @jokowi.

Hingga pukul 11.40 WIB, postingan Jokowi tersebut telah mendapatkan 140 ribu likes.

 

 

 

Masa Tenang

(I News)

Sementara itu mulai hari ini, Minggu (14/4/2019) memasuki masa tenang menjelang hari pencoblosan pemilu 2019 yang akan berlangsung pada Rabu (17/4/2019) mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan tiga hari masa tenang pada Pemilu 2019. Masa tenang dimulai pada hari Minggu (14/4/2019) sampai Selasa (16/4/2019).

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, masa tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye pemilu.

UU Pemilu itu mengatur sejumlah hal yang dilarang dilakukan peserta pemilu ataupun media sosial, media massa dan lembaga penyiaran selama masa tenang.

Pada Pasal 278 ayat 2 UU Pemilu disebutkan “Selama Masa Tenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 276, pelaksana, peserta, dan/atau tim Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilarang menjanjikan atau memberikan imbalan kepada Pemilu untuk:

a. tidak menggunakan hak pilihnya;
b. memilih pasangan calon;
c. memilih partai politik peserta pemilu tertentu
d. memilih calon anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota tertentu; dan/atau
e. memilih calon anggota DPD tertentu

Pengaturan tidak hanya diberlakukan kepada peserta pemilu, tetapi juga media massa.

 

(Suara.com)

Pada Pasal 287 ayat 5 disebutkan:

“Media massa cetak, media daring, media sosial dan lembaga penyiaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak peserta pemilu atau bentuk lainnya yang mengarah pada kepentingan kampanye pemilu yang menguntungkan atau merugikan peserta pemilu”.

Selama masa tenang, UU Pemilu mengatur supaya lembaga survei tidak mengumumkan hasil survei atau jajak pendapat.

(Suara.com)

Jokowi saat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci pada Minggu (7/7/2014) tengah malam. Foto diambil dari Facebook fans page Joko Widodo.

Hal ini disebutkan di Pasal 449 ayat 2 UU Pemilu.

“Pengumuman hasil survei atau jajak pendapat tentang Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang dilakukan pada masa tenang”.

Adapun, apabila terdapat seseorang yang mengumumkan hasil survei atau jajak pendapat tentang Pemilu pada masa tenang, maka dapat dijatuhkan sanksi sesuai Pasal 509 UU Pemilu.

“Setiap orang yang mengumumkan hasil survei atau jejak pendapat tentang Pemilu dalam masa tenang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).”

Sedangkan, untuk upaya politik uang atau money politics terdapat aturan berupa sanksi yang mengatur di Pasal 523 UU Pemilu.

“Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih secara langsung ataupun tidak langsung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp 48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah).”

 

 

Baca Juga : Adem! Raja Salman Bertemu Jokowi, Bilang Begini Soal Rakyat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *