RALAT! Pelaku Surat Suara Tercoblos Diduga Pendukung Prabowo Ternyata Hoaks?

Antara

Kasus tercoblosnya surat suara di Selangor, Malaysia beberapa hari lalu semakin memanaskan tensi menjelang Pemilu 2019. Beredar kabar, polisi Diraja Malaysia berhasil menangkap dua Warga Negara Indonesia (WNI) terkait kasus tersebut. Namun kebenarannya hingga kini masih diragukan.

Beredar kabar, Kepolisian Diraja Malaysia telah menangkap dua WNI terkait kasus surat suara tercoblos di Malaysia beberapa hari lalu. Namun Polri memberikan klarifikasi dan memastikan info tersebut hoaks alias bohong. Kabar penangkapan kedua tersangka diviralkan oleh salah satu portal beritacenter.com. Dalam beritanya, redaksi tak mencantumkan satupun nara sumber.

Hasil gambar untuk surat suara malaysia
(mediaindonesia.com)

Selain itu, redaksi juga menuding kedua tersangka merupakan pendukung fanatik Prabowo Subianto. Disebutkan kedua tersangka adalah Wahyu Prabowo yang bekerja di Syarikat Paket Utama Nusantara Enterprise. Sedangkan tersangka lainnya adalah Ellyzar yang merupakan pekerja Bidan sambilan. Tak hanya itu, redaksi juga menyebutkan polisi Diraja Malaysia sedang melakukan penyelidikan terhadap tersangka lainnya yakni Adon Ramdhan.

Adon Ramdhan diklaim sebagai pengelola proyek yang memposkan Surat Suara Pemilu 5 tahun yang lalu (tahun 2014) saat capres-cawapresnya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Adon dituding ikut memenangkan suara pada waktu itu yang mencapai perolehan 85 persen. Modus operandi dari Adon pada 5 tahun silam tersebut, digunakan untuk Pemilu 2019 ini.

Hasil gambar untuk surat suara malaysia
(detik.com)

Namun selang beberap jam link berita; https://mv.beritacenter.com/news-208598-polisi-malaysia-tangkap-pelaku-surat-suara-tercoblos-di-malaysia-ternyata-pendukung-fanatik-prabowo.html sudah tidak bisa lagi diakses. Menanggapi hal itu, Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo memastikan bahwa berita tersebut tidak benar alias hoaks. “Itu tidak ada sumber resminya. Kami pastikan itu hoaks,” kata Dedi saat dikonfimasi Pojoksatu.id, Senin (15/4).

Hasil gambar untuk hoaks

Apalagi, kata Dedi, hingga saat ini belum ada info resmi dari Polisi Diraja Malaysia terkait penangkapan tersangka kasus tercoblosnya surat suara. “Belum ada info resmi. Karena kita masih menunggu rilis resmi dari PDRM,” tuturnya. Sebelumnya beredar video surat suara dicoblos di Selangor, Malaysia. Dalam video tersebut, surat suara tercoblos adalah pasangan calon presiden 01, Joko Widodo – Maruf Amin.

Sementara itu, KPU dan Bawaslu diingatkan untuk transparan dalam proses tindak lanjut terhadap temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, saat ditemui di Gado Gado Boplo, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019). “Proses memang harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel, proses investigasi internal oleh KPU dan Bawaslu,” kata Titi.

Menurut Titi, hal itu bertujuan untuk mencegah timbulnya spekulasi di publik serta dampak lain yang tidak diinginkan. Namun, ia juga meminta agar informasi yang disampaikan sudah terjamin kebenarannya. “Harus dipahami bahwa apapun yang disampaikan kepada masyarakat haruslah informasi yang terukur dan jelas. Jangan kemudian informasi yang masih prematur tetapi sudah disampaikan kepada publik,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *