Pelaku Mutilasi Menangis Saat Tertangkap, Polisi: Sadis Kok Mendayu-dayu

(Tribunnews.com)

Kasus percintaan yang terjadi antar sesama jenis menimbulkan petaka. Pembunuhan yang terjadi pada Budi Hartanto sudah menemukan titik terang. Pasalnya, setelah bagian kepala ditemukan, mulai banyak beredar kisah sebenarnya tentang pembunuhan tersebut. Pelaku mutilasi malah nangis tersedu-sedu?

Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda. AS di Jakarta sedangan AJ di Kediri pada Kamis (11/4) lalu. Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangeran mengatakan, motif jalinan asmara menjadi awal pembunuhan sadis ini. “Sudah kami duga sejak awal pelaku adalah sangat mengenal korban. Keduanya diduga memiliki hubungan spesial dengan korban. Karena itu kami membaca ada hubungan asmara antara pelaku dan korban,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (12/4/2019).

Salah satu pemutilasi mayat dalam koper, AS atau Aris Sugianto (34) menangis sesenggukan. Aris menangis saat polisi menggelar jumpa pers dengan wartawan. Aris menangis sejak digiring polisi dari ruang tahanan ke lokasi rilis. Tangis Aris pun semakin menjadi saat ditanya alasan mengapa dia menangis. Aris pun mengaku menyesali perbuatannya.

Sadis dan Berdarah Dingin Habisi Budi Hartanto, Ternyata Begini Isi Facebook Aris Sugianto
(Tribunnews.com)

“Saya sungguh-sungguh sangat menyesal,” kata Aris di hadapan wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019). Kepada orang tua korban, Budi Hartanto (28), Aris pun meminta maaf karena perbuatannya mengakibatkan nyawa melayang. “Saya ingin menyampaikan ke keluarga korban, saya minta maaf sebesar-besarnya,” ujar Aris sesenggukan.

Sementara Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela langsung menepuk punggung Aris. Dia mengatakan Aris tak pantas menangis lantaran perbuatan sadisnya yang telah membunuh korban. “Jangan mendayu-dayu kamu. Sadis kok mendayu-dayu,” tegas Leo kepada Aris. Dalam melakukan pembunuhan ini, Aris dibantu teman yang juga tetangganya, Azis Prakoso (23). Pembunuhan ini terjadi di warung kopi milik Aris yang berlokasi di Jalan Surya, Kediri.

(twitter.com/portalngalam)

Pelaku AJ juga mengaku tak sanggup memotong kepala Budi Hartanto. Segeralah AS lantas membantu menebas kepala korban. “Pertama saya, terus dilanjutkan dia. Iya kami potong berdua bergantian,” katanya kepada penyidik polisi.

Dua Pelaku Mutilasi Budi Hartanto Ditangkap, Terkuak hubungan asmara antara korban dan pelaku
(twitter.com/grid_id)

Usai itu kedua pelaku memasukkan mayat korban yang sudah tanpa kepala ke dalam koper dan membuangnya ke pinggir sungai di bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, pada Rabu 3 April 2019. Terungkap juga sebelum adanya pembunuhan ini warga setempat kerap memergoki salah seorang pelaku, AS berdandan seperti perempuan saat berada di rumahnya. “Warga sering melihat ada orang berdandan perempuan di rumah itu. Ternyata yang berdandan seperti perempuan ya AS itu,” kata salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *