Perjalanan Ezra Walian Demi Bela Timnas Indonesia Harus Pupus Karena Hal Ini

(tribunnews.com)

Ezra Walian bisa dikatakan sebagai salah satu pesepak bola muda Indonesia yang memiliki banyak prestasi. Ia diketahui telah menjadi pemain sepak bola sejak berumur 8 tahun dengan bergabung bersama H.F.C. Haarlem

Pemuda keturunan Manado ini memiliki cita-cita ingin membela Timnas Indonesia. Setelah mendapatkan status warga negara Indonesia pada Mei 2017, Ezra mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.Dia pun tampil bersama Timnas U-23 di ajang Asian Games 2018. Akan tetapi, Ezra gagal membawa skuat Garuda Muda meraih gelar juara, setelah tersingkir pada 16 besar.

Hasil gambar untuk ezra walian
(twitter.com/tribunnews)

Pemain RKC Waalwijk itu ingin kembali membela Timnas Indonesia U-23 pada laga kualifikasi Piala AFC U-23 2020. Namun, impian pemain 22 tahun tersebut harus buyar

AFC meminta PSSI agar mengirimkan surat dari KNVB yang mengklarifikasi bahwa penyerang Timnas Indonesia U-23 Ezra Walian belum pernah bermain di timnas Belanda. ANTARA
(tempo.co)

Dia tak bisa memperkuat tim Garuda Muda akibat terkendala status naturalisasi sang pemain. FIFA tak mendapatkan laporan perpindahan federasi Ezra Walian dari KNVB (Belanda) ke PSSI.

PSSI pun menghormati putusan FIFA terkait status Ezra Walian. Namun, sang pemain masih punya peluang bela Timnas Indonesia karena PSSI masih akan mengajukan banding.

“PSSI menghormati keputusan FIFA. Namun, kita masih punya peluang untuk challenge terkait status Ezra,” kata Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria.

Pesepak bola Timnas U-22 Indonesia Ezra Walian (kanan) menggiring bola melewati tiga pesepak bola Timnas U-22 Myanmar pada laga perebutan medali perunggu sepak bola SEA Games XXIX di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (29/8/2017). Timnas sepak bola U-22 Indonesia menyumbang medali perunggu setelah menang 3-1 atas Myanmar.
(twitter.com/kompasdotcom)

Ezra Walian tak bisa membela Timnas U-23 Indonesia pada kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang berlangsung di Vietnam . Hal itu tak lepas dari status Ezra yang pernah membela Timnas U-17 Belanda pada kualifikasi Piala Eropa U-17 2014. Dia main dua kali saat itu.

Pada pasal 5 ayat 2 Statuta FIFA, seorang pemain yang pernah membela sebuah negara pada kompetisi resmi, tidak berhak untuk membela asosiasi lain pada pertandingan internasional.

Dalam Statuta FIFA tentang status pemain yang berganti asosiasi, disebutkan bahwa pemain hanya boleh sekali berganti kewarganegaraan sehingga dia diperkenankan membela negara lain dalam pertandingan internasional. Itu pun ada syarat yang harus dipenuhi. Pemain tersebut tidak pernah bermain di pertandingan resmi Level A bersama asosiasi sebelumnya, termasuk hanya sebagai pengganti. Apabila dia pernah bermain untuk negara lain, dia tidak berhak bermain lagi untuk asosiasi barunya Untuk membela Timnas U-23 Indonesia di kualifikasi Piala Asia kali ini, Ezra sudah tak memungkinkan bermain. Pendaftaran pemain paling lambat adalah 6 jam sebelum laga.

Pelatih Timnas U-23 Indonesia nampaknya sudah mengantisipasi hal itu dengan membawa 24 pemain ke kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam. Indonesia melewati laga perdana pada Jumat, 22 Maret 2019 melawan Thailand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *