Bertemu Sahabat, Mahfud MD Minta Penyebar Hoax Diburu dan Dipidanakan

Baru-baru ini Mahfud MD menemui beberapa sahabat karibnya. Salah satunya adalah Dahlan Iskan yang tersandung masalah akibat akun twitternya diretas dan kehilangan lebih dari 2 juta followers. Selain itu Mahfud juga turut berkomentar mengenai kasus yang menimpa Said Didu.

Mahfud MD adalah politisi, akademisi, pakar hukum tata negara dan satu di antara tokoh berpengaruh di Indonesia. Mahfud lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957 (umur 62 tahun). Dia pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 dan Hakim Konstitusi periode 2008-2013.

Sebelumnya ia adalah anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional. Ia meraih gelar Doktor pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelum diangkat sebagai Menteri, Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Di media sosial khususnya Twitter, Mahfud MD bisa dikatakan rutin memperbarui postingan. Melalui akun @mohmahfudmd, ia kerap mem-posting pendapatnya terkait informasi yang sedang diperbincangkan. Terbaru, Mahfud MD‏ mengomentari diretasnya akun twitter Dahlan Iskan. Mahfud MD‏ mengutuk tindakan tersebut.

“Senang sekali, pg ini bs silaturrahim dgn sahabat sy Pak Dahlan Iskan dan Gus. Kami bersahabat sdh sangat lama dan tdk pernah retak oleh perkembangan2 politik. Sy mengutuk orng yg dgn biadab meretas akun Twitternya Pak Dahlan shg menghapus 2,2 juta followernya.” tulis Mahfud MD, Senin (15/4/2019) siang WIB.

Mahfud MD Minta Pelaku Rekayasa Diburu dan Dipidanakan

Polemik soal peretasan akun mantan Staf Khusus BUMN, Said Didu masih bergulir. Bahkan, ada yang menyebutkan bahwa Said Didu sedang playing victim atau sengaja menempatkan dirinya sebagai korban agar mendapat belas kasihan.

“Asal tahu saja, banyak loh jamaah UAS yang afiliasi politiknya ke 01. Ada banyak buktinya. Soal isu peretasan akun @saididu yg isinya menyerang UAS itu menurut saya hanya “playing victim,” alias trik agar jamaah yg masih ke 01 mau berpindah ke lain hati. Satu kata, BASI!,” tulis akun @yusuf_dumdum.

Kicauan Mahfud MD membalas warganet @yusuf_dumdum, Minggu (14/4/2019)
Tribunnews

Selain itu, warganet tersebut juga mengunggah kicauan dari akun @JackVardan yang mengatakan bahwa akan ada fitnah yang ditujukan pada ulama. Kicauan itu dituliskan pada Sabtu (13/4/2019).

“Info terbatas. Bersiap akan ada fitnah terhadap ulama,” potongan gambar dari kicauan @JackVardan. Dari sini sbenernya sudah bisa dibaca. Monggo prof @mohmahfudmd direnungkan. Jgn smpai niat baik sampean ditunggangi,” tulis akun @yusuf_dumdum.

Menjawab hal itu, Mahfud MD mengecam siapapun yang melakukan atau merekayasa peretasan akun tersebut. Menurutnya dalang di balik polemik peretasan akun itu harus diburu dan dipidanakan.

“Wah, saya tak sempat memikirkan ditunggangi atau tidak. Itu terserah saja. Saya tak terganggu mau ditunggangi atau tidak. Saya mengecam faktanya saja, siapa pun yang melakukan atau yg merekayasa ya hrs diburu dan dipidanakan,” jawab Mahfud MD.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *