Semrawut, Acha Septriasa Beberkan Kacaunya Pemilu 2019 di Sydney Australia

(tabloidbintang.com)

Beberapa negara di luar negeri menjalani Pemilu 2019 tak begitu mulus. Artis Acha Septriasa pun menceritakan bagaimana semrawutnya pencoblosan pemilu di luar negeri salah satunya di Australia.

Melalui akun Instagramnya, Acha mengungkapkan banyak warga negara Indonesia akhirnya menjadi golput lantaran tidak terakomodir hak pilihnya dengan berbagai kendala.

(instagram.com/septriasaacha)

Trudy Hasta Taftiana dan teman- teman yang ada di foto ini, mungkin mereka sedang merasa sedih krn sebagai WNI yang ber hak memilih dan sedang berada di luar Negeri , sebagai visitors, pendatang sementara, students, Permanent Resident baru, atau pun temporary resident , mereka BELUM menggunakan HAK PILIH nya.

Dikarenakan Pintu di tutup jam 18.00 tepat, Menurut Informasi yang saya dapat, banyak dari mereka yang seharusnya sudah menjadi DPT tapi mungkin ketika di search di website KJRI resmi nama nya jadi Tidak bisa di temukan.”

Akhirnya mereka banyak yang pindah TPS.

Turut menyayangkan bahwa banyak sekali teman- teman kita yang menunggu 5 tahun untuk memilih , bahkan mereka ada juga yang sudah memutuskan pilihan untuk TIDAK GOLPUT tp di batasi dengan JAM pemilih Khusus yang hanya 1 JAM sblm pencoblosan berakhir .

(instagram.com/septriasaacha)

Saya sendiri permanent resident di Sydney,  Tp karena takut kehilangan hak pilih , saya datang jam 8 pagi ke Town Hall untuk mencoblos, masih blm terlalu crowded , ada 4 TPS panitia di sana juga dengan jelas mengInformasikan pd saya bahwa DPLNK ( khusus) yang telat mendaftar ulang ( pendaftaran berakhir 8 maret -13 maret 2019 )seperti saya boleh memilih dan datang lebih awal dr jam 17.00 supaya menghindari antrian yang membludak.

Saya pindah TPS akhirnya ke Marrickville , disitu saya mencoblos di TPS 10, datang lebih awal jam 3.30 sore, traffic nya gak terlalu padat seperti di town hall dan KJRI , banyak pemilih Tetap yang entah mengapa terdaftar di panjang nya lists calon pemilih, tp NIHIL kedatangan nya di jam 3.30 sampe jam 5 sore.

Guys, apapun itu.. tetap berpegang teguh pada Indonesia, yakin kalau keadaan ini pasti ada hikmah nya, dan jangan memperkeruh suasana dengan upaya2 prasangka.

Mungkin Informasi yang kita akses sedemikian rupa dr Tim penyelenggara Pemilu Luar Negeri Sydney di website KJRI masih minim, namun Gak bisa di pungkiri Kejelasan sebagai peserta pemilih juga KURANG di Gaung kan ke seluruh masyarakat di Sydney dengan bebas di platform terbuka.

Dan panitia seperti kewalahan menyambut pemilih yang datang dr segala penjuru NSW. Bagaimana @bawasluri @kpu_ri dan @kjrisydney menyikapi hal ini ?”

(instagram.com/septriasaacha)

Selain itu Acha juga mengunggah video bagaimana suasana pemilihan di Town Hall pada malam hari. Pemain film Heart itu memperlihatkan bagaiaman kondisi emosi pemilih ketika tidak terakomodir untuk menggunakan hak pilihnya. Meski begitu Acha beruntung masih bisa berkesempatan untuk menggunakan hak pilihnya bersama suami.

Hasil gambar untuk acha septriasa
(liputan6.com)

Saya berterimakasih kpd Panitia TPS tempat saya mencoblos di Marrrickvile Sydney TPS 10, 11, 12 melayani dengan baik. Jujur Adil tanpa pandang siapapun. Ramah dan menyenangkan! Mereka pengawas saksi dan panitia di TPS 10 , khusus tempat saya mengantri , terbuka dgn musyawarah menggunakan 1 1/2 kardus surat suara yang Tak TERPAKAI ??.

Banyak Daftar Pemilih Tetap yang ternyata datang nya 1 jam sblm berakhir pencoblosan, dan mereka antri di antrian DPLuar negeri Khusus ( yang TPS nya blm di tentukan KJRI ) krn telat mendaftar ulang atau bahkan HILANG nama nya dari pendaftaran . Hal ini membuat TPS kosong di jam2 produktif jam 1.30-3.30 waktu NSW

AYO PEMILIH luar negeri tetap, jangan sia- sia kan hak pilih mu, panitia menunggu dan waktu terbuang sia- sia bagi Daftar pemilih Luar negeri khusus yang ingin menggunakan hak pilih nya.

Simak penjelasan PPLN soal kericuhan Pemilu 2019 di Sydney berikut!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *