Biar Jelas, Ini Kata KPU DKI Soal Boleh Nyoblos dengan Hanya Bermodal E-KTP

(kbknews.id)

Setelah sebelumnya ramai diberitakan bahwa mencoblos boleh memakai e-KTP, baru-baru ini KPU DKI Jakarta menegaskan informasi yang menyebut setiap pemilih bisa mencoblos di TPS dengan hanya menunjukkan e-KTP alias elektronik adalah bohong atau hoax

Hal ini menyusul informasi tersebut yang viral di media sosial.

“Sekarang yang berkembang di sosial media bahwa semua pemilik e-KTP atau suket pengganti e-KTP bisa menggunakan hak pilihnya dimanapun,” kata Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4).

Hasil gambar untuk ektp
(idntimes.com)

Ia menjelaskan, pemilih yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) hanya bisa memakai suaranya di TPS wilayah asal, sesuai alamat e-KTP. Mereka yang tak terdaftar dalam DPT atau DPTb dimasukan dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Yang perlu diluruskan adalah pemilih tidak akan kehilangan hak pilihnya sepanjang dapat menunjukkan KTP elektronik atau suket pengganti KTP elektronik sesuai alamat tertera,” katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, pemilih yang masuk dalam DPK mencoblos sejak pukul 12.00-13.00 WIB dengan syarat surat suara masih tersedia di TPS sesuai dengan alamat yang tertera di e-KTP. Mereka diimbau lebih dulu memastikan dirinya sudah tercatat di DPT atau belum, dimana hal itu bisa dicek lewat kantor KPU Kabupaten atau Kota terdekat serta online melalui portal htpps://lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

“Sepanjang ada surat suaranya, kami akan melayani hak pilihnya sebagak DPK. Kalau tidak ada surat suaranya, maka bisa menggeser ke TPS di sampingnya, bisa beda RT, RW, atau kelurahan,” katanya lagi.

Sebelumnya Divisi Teknis KPU Kalbar Erwin Irawan, ia memastikan masyarakat tetap bisa menyalurkan hak pilihnya

(twitter.com/BeritaMerdeka)

Bagi masyarakat yang pada H-1 belum menerima C6, kata dia, bisa berinisiatif menanyakannya kepada ketua RT setempat.

“Apabila masyarakat tidak dapat C-6, bukan berarti menghilangkan hak pilih. Masyarakat bisa mendatangani TPS terdekat sesuai tempat tinggal dengan membawa e-KTP. Ketika namanya terdaftar di DPT, maka hanya perlu membawa e-KTP atau Suket. Yakinlah, masyarakat akan dilayani menggunakan hak pilihnya,” ujar Erwin, Minggu (14/4).

Pemilik C6 boleh menggunakan hak pilihnya, dengan ketentuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) meyakini si pemilik C6 adalah orang bersangkutan.
Begitu juga bagi masyarakat yang tidak dapat A5 tetapi namanya tertera diformulir A4 nama pemilih DPTb, maka bisa memilih dengan menunjukan e-KTP.

Hasil gambar untuk c6 kpu
(twitter.com/InfoPublik_id)

“Kalau sudah terdaftar dalam DPT tapi tidak membawa C6 boleh memilih dari jam 07.00-13.00 WIB. Begitu juga dengan A5 DPTb, asal terdaftar di KPPS,” terangnya.

Sementara itu untuk DPK, walaupun tidak terdaftar dalam DPT atau DPTb maka bisa memilih di TPS terdekat sesuai alamat e-KTPnya, sedangkan jika tidak sesuai dengan alamat tidak bisa.

“Jadi saya pikir masyarakat jangan terlalu khawatir tentang penggunaan hak pilihnya karena UU dan aturan telah menjamin dan memperbolehkan bagi masyarakat kita meskipun tidak terdaftar dalam DPT, DPTb. Mereka punya hak dengan membawa e-KTP atau Suket tapi jadwal memilihnya jam 12.00-13.00 WIB,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *