Partisipasi Pemilih di Cina Tinggi, Melonjak Tajam Dibanding Pemilu 2014

(jatimnow.com)

Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Cina melonjak tajam dibanding Pemilu 2014. Di beberapa TPS, tingkat partisipasi pemilu bahkan melampaui target Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Hal itu diungkapkan oleh Ketua PPLN uangzhou Galant Al Barok. Bagaimana bisa?

Tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di berbagai daerah di China relatif tinggi, bahkan melampaui target Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Informasi yang dihimpun Antara dari tiga kantor perwakilan RI di daratan Tiongkok yang memiliki Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN), menunjukkan tren partisipasi politik yang tinggi.

Hasil gambar untuk pemilih wni di cina
(republika.co.id)

Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 001 Kedutaan Besar RI di Beijing tingkat partisipasinya, mencapai 93 persen. Persentase itu diperoleh dari jumlah surat suara tersedia yang mencapai 453 lembar, baik calon presiden-calon wakil Ppresiden maupun DPR-RI Daerah Pemilihan II DKI Jakarta, berbanding dengan surat suara yang dicoblos sebanyak 423 lembar.

Hasil gambar untuk pemilih wni di cina
(antaranews.com)

Surat suara yang tersedia di TPS 002 KBRI Beijing bahkan lebih banyak, yakni mencapai 514 lembar surat suara. Adapun surat yang digunakan oleh pemilih adalah sebanyak 478 sehingga tingkat partisipasi di TPS tersebut mencapai 92 persen. Demikian halnya dengan di TPS Konsulat Jenderal RI di Guangzhou, yang tingkat partisipasinya mencapai 97 persen.

Hasil gambar untuk pemilih wni di cina
(antaranews.com)

PPLN Guangzhou juga menggelar pemungutan suara melalui metode Kotak Suara Keliling (KSK) pada Sabtu, 13 April 2019 di empat kota, yakni Xiamen, Nanning, Haikou, dan Guilin.

“Tingkat partisipasi KSK di empat kota tersebut juga telah mencapai 67 persen,” kata Ketua PPLN Guangzhou Galant Al Barok.

Di Shanghai, tingkat partisipasi pemilih juga tinggi. Warga negara Indonesia yang tinggal di kota terbesar di daratan Tiongkok itu memadati TPS di KJRI Shanghai pada Minggu, 14 April 2019, mulai pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat.

Hasil gambar untuk pemilih wni di cina
(suara.com)

Bahkan hingga menjelang istirahat makan siang saja, partisipasi pemilih di Shanghai mencapai 50 persen lebih. Gambaran itu belum termasuk kedatangan gelombang pemilih Daftar Pemilih Khusus (DPK), yaitu yang namanya tidak tercatat padap Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Hasil gambar untuk pemilih wni di cina
(antaranews.com)

Pada Pemilu 2014, tingkat partisipasi pemilih jauh di bawah 50 persen. Namun pada tahun ini, tingkat partisipasi melonjak tajam. Tren peningkatan tersebut sebenarnya sudah terlihat beberapa hari menjelang pencoblosan di luar negeri. Banyak warga Indonesia yang bertanya kepada pihak PPLN mengenai persyaratan menjadi DPK.

WNI di China didominasi kalangan pelajar, yang banyak di antaranya tidak tercatat dalam DPT dan DPTb karena kebetulan awal semester pendidikan jatuh pada bulan Maret.

Tak hanya di Cina, hal serupa juga terjadi di Amerika Serikat. WNI di AS memiliki antusiasme tinggi untuk menggunakan hak suaranya. Hal tersebut terekam dalam video berikut ini:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *