Curhat Emak-emak Kampung Akuarium: Enakan Zaman SBY, Jokowi Menyakitkan, Memang Kenapa Bu?

Seorang warga gusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara bernama Supiati (37) mengeluhkan bahwa era Presiden Jokowi adalah yang paling menyusahkan. Menurutnya, presiden keenam Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono-lah yang paling baik

Supiati yang sudah tinggal di Kampung Akuarium sejak 1999 merasa SBY menjadi presiden yang paling memahami kesejahteraan warga Kampung Akuarium.

“Pak Harto sempat ngerasain juga enak, Bambang (SBY) saya masih ngerasain juga enak, Mega mah parah tapi enggak segitu-gitunya juga, kalau Gus Dur juga enak sih, yang enggak enak yang Jokowi doang, bener lho,” kata Supiati kepada Suara.com, Selasa (16/4).

(suara.com)

Perantau asal Makassar, Sulawesi itu mengatakan sejak era Jokowi banyak kehidupannya yang berubah, mulai dari harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi hingga puncaknya penggusuran Kampung Akuarium pada 2016. Bahkan, Supiati mengaku hingga kini suaminya tak memilik pekerjaan tetap alias menganggur.

“Sama saja, tidak ada perubahan malah menyakitkan, malah hancur, kalau masih SBY kerjaan laki saya masih tetap, ke Jokowi ini, (kehidupan saya) waduh, ancur, sampai sekarang suami saya noh enggak kerja, sejak digusur kemarin zamannya Ahok,” jelasnya.

(suara.com)

Dia mengaku sebenarnya sempat mendukung Jokowi pada Pilkada DKI 2012 dan Pilpres 2014, namun saat penggusuran tahun 2016 ia sempat juga ditawarkan Pemprov DKI Jakarta yang saat itu dipimpin gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk pindah ke rumah susun Cakung Barat, Jakarta Timur.

Namun, ia memilih tetap bertahan di tenda pengungsian Kampung Akuarium dengan alasan anaknya tidak mau pindah sekolah dan susah mencari mata pencaharian baru di rusun

“Saya kemarin di tenda, tikus aja sampai gigit tiap malem, dibanding di bedeng kayak gini, ya lebih layaknya sekarang,” tutupnya.

Sampai akhirnya kini Supiati sudah tinggal di rumah deret dengan dinding yang terbuat dari triplek dan kayu serta beratapkan seng yang dibangun kembali pada Februari 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Jakarta Green Cities

(instagram.com/aniesbaswedan)

Terbaru, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan membuat Jakarta menjadi Green Cities usai menggelar pertemuan bersama tim Asian Development Bank atau ADB, dalam round table discussion membahas perkembangan kota-kota di Asia. Menurut Anies, melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat mengambil ilmu dan manfaat agar nantinya dapat diaplikasikan ke dalam program-program yang ada di Pemprov DKI.

“Kita bisa mendengar pengalaman-pengalaman dari berbagai negara, terutama pengalaman negatif di berbagai tempat, supaya kita tidak mengulang kekeliruan,” ucap Anies di Balaikota, Senin (15/4).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Asian Development Bank, Bambang Susantono mengatakan, pihaknya memilih tiga kota besar di Asia, yaitu Bangkok, Jakarta, dan Manila sebagai bagian fokus, karena memiliki karakteristik kota yang sama.

Kota pilihan tersebut memiliki banyak kesamaan. Persamaannya terutama di kodisi perkotaan dan transportasi.

“Terutama tentang kondisi perkotaan dan juga transportasinya sehingga kami melakukan pendalaman khusus terhadap 3 negara dan 3 kota itu. Apa yang kita lakukan di dalam studi juga mengambil pengetahuan dari perbandingan pada 61 negara lain, dan 61 kota di negara-negara lainnya,” kata Bambang.

Bambang juga menjelaskan, bahwa Jakarta dapat belajar dari 61 kota di 61 negara lainnya tentang pengelolaan kota termasuk transportasi. Ia juga memuji komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam usahanya untuk menjadikan Jakarta sebagai green cities.

“Saya mengapresiasi arah pengembangan dan kebijakan dari Jakarta, yang tadi disebutkan bahwa Jakarta ingin menjadi green cities. Saya kira itu memang suatu hal yang utama,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *