Ngeri! Cak Lontong Marahi Politikus PKS yang Sindir Jokowi Maksa Raja Salman untuk Masuk Kabah

(Tribun)

Peristiwa dimana capres nomor urut 01 alias Presiden Joko Widodo beserta keluarga yang berkesempatan memasuki Kabah saat menunaikan ibadah Umrah terus menjadi pembicaraan. Bahkan pelawak Cak Lontong sampai angkat bicara.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo memanfaafkan masa tenang kampanye dengan menunaikan ibadah umrah.

Jokowi dan Iriana berkesempatan memasuki ka’bah saat menunaikan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi, Senin (15/4) pagi. Dalam momen tersebut, Jokowi juga didampingi dua putranya, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Usai dipersilakan memasuki bangunan ka’bah, Jokowi dan rombongan kemudian melanjutkan ibadah dengan tawaf dan shalat subuh berjamaah di depan multazam.

Berdasarkan keterangan dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kepala Negara dan rombongan kemudian menunaikan ibadah sa’i selepas shalat subuh berjamaah.

“Kemudian mengakhiri ibadah umrah, Presiden dan rombongan melakukan tahalul pada pukul 06.37 pagi waktu setempat,” kata Bey dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (15/4).

Hal ini ternyata mengusik politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi itu berkicau tentang seseorang yang memaksa meminta ke raja untuk bisa masuk ke Kabah demi alasan utama: elektabilitas.

“Maksa-maksa minta ke raja untuk bisa masuk Kabah, membawa full tim media bersiap publikasi. Hanya satu alasan utamanya elektabilitas. Ada yang seperti ini? Ada #KisahNegeriLawas,” cuit Mardani Ali Sera lewat akun Twitter @MardaniAliSera.

Cuitan itu tentu bikin heboh netizen. Terjadi pro kontra dari kedua pendukung. Satu di antara yang kontra dilontarkan pendukung Jokowi, Cak Lontong.

Cak Lontong lantas me-retweet cuitan dari Mardani Ali Sera. Ia memarahi Mardani Ali Sera yang dinilainya sembarangan saat bicara. “Sampai ibadah orang sampeyan yang menilai Mau sampeyan itu apa sampai mengambil hak Yang Maha Kuasa???…kebacut !!!!”tulis @c_lontong.

Tak hanya Cak Lontong, mantan politisi Golkar Indra J Piliang juga ikut berkomentar. Indra Piliang menyebutkan bahwa pernyataan Mardani Ali Sera adalah ditujukan untuk Soeharto (eks mertua Prabowo).

“Nyindir Pak Harto atau Pak SBY atau pemimpin2 negara Muslim lainnya nih? Protokoler masuk Ka’bah itu amat sangat over protected. Mau maksa gimana?” tulis @indrajpiliang.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin pun angkat bicara. Ia menilai cuitan Mardani Ali Sera penuh nafsu dan kuasa.

“Mardani cuitanmu penuh nafsu kuasa, jangan kebelet dong kalau mau berkuasa,” Ngabalin kepada Suara.com. Senin (15/4).

Dia pun merasa heran dengan sindiran Mardani yang menyebut Jokowi hanya mengejar elektabilitas di Pilpres 2019 ketika berkesempatan masuk ke bangunan suci di Makkah. Menurutnya, Jokowi merupakan kepala negara yang mendapatkan kehormatan dari Kerajaan Arab Saudi, sehingga bisa masuk ke dalam Kabah.

“Masa Presiden Jokowi masuk Kabah menjadi urusan elektabilitas, terlalu t*l*l anda kalau kerajaan memberikan penghormatan ke kepala negara kok ente yang sakit perut,” kata dia.

Tak hanya itu, Ngabalin meminta Mardani tidak mengkait-kaitkan dengan hal yang bisa mencederai harkat dan martabat dirinya sendiri. Ia berharap Mardani menghormati dan menghargai yang sedang dan akan dilakukan Jokowi.

“Nah sebagai seseorang yang memiliki intelektual yang bagus punya ilmu, sebagai orang yang dari partai Islam, janganlah dibawa ke hal-hal yang bisa mencederai harkat dan martabat anda. Karena hormati dan hargailah apa yang sedang akan dilakukan presiden Jokowi dan berikan penghormatan,” ucap Ngabalin.

Lebih lanjut, kata Ngabalin seharusnya rakyat Indonesia bangga karena Kerajaan Arab Saudi memberikan penghormatan kepada Jokowi yang tengah melaksanakan ibadah Umrah. Ia juga meminta Mardani tidak iri hati kepada Jokowi.

“Kita bangga sebagai orang Indonesia kita bangsa sebagai warga negara. Kalau Kerajaan Saudi Arabia itu memberikan penghormatan kepada tamu-tamu Allah yang dalam hal ini adalah presiden Jokowi yang juga soerang muslim yang taat dan baik. Intinya jangan syirik deh,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *