Dùh, Oknum Polisi Ini Diduga Gelapkan 18 Mobil dengan Cara Dirental, Kok Bisa?

(kompas.com)

IJS oknum anggota polisi Polda Bengkulu, dilaporkan sejumlah warga diduga menggelapkan setidaknya 18 unit mobil yang ia gunakan dengan cara dirental. Sejumlah laporan korban penggelapan masuk ke Polda Bengkulu, sejak Maret 2018.

Salah satu korban Sutoyo mengatakan, mengalami kerugian Rp 140 juta. “Saya mengalami kerugian Rp140 juta, karena mobil minibus yang saya rentalkan telah digelapkan IJS sejak Maret,” ungkap Sutoyo, Selasa (16/4), seperti yang dilansir dari kompas.com.

Menurut Sutoyo, korban mempercayai pelaku karena saat meminjam mobil, pelaku menunjukkan kartu anggota polisi. “Sehingga saya percaya,” tambah Sutoyo.

(lampung.tribunnews.com)

Seminggu pemakaian mobil, pelaku membayar. Kemudian pinjaman diperpanjang. Saat perpanjangan rental pelaku tidak pernah membayar hingga saat ini mobil dinyatakan raib. Sementara itu, Direskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pasma Royce menyebutkan, pihaknya berhasil mengamankan 6 mobil yang digelapkan pelaku.

“Sementara pelaku dalam buruan petugas,” sebut Pasma.

Ia juga menegaskan, pelaku akan diperiksa apakah melakukan disersi atau tidak jika disersi lebih dari 30 hari, maka akan dilakukan tindakan pemecatan secara tidak hormat.

Sebelumnya, kasus seperti ini juga terjadi di Banjarmasin. Lebih lengkapnya, bisa lihat video ini ya.

Oknum Polisi di Jayapura tembak dua anggota keluarganya

Oknum anggota Kepolisian yang bertugas di Mapolda Papua berinisial AK menembak dua warga di Kabupaten Jayapura, Papua. Dari kerangan keluarga korban, diketahui jika antara pelaku dan korban masih ada hubungan saudara dan mereka bertikai karena masalah perebutan rumah.

(wartakota.tribunnews.com)

Aksi nekat oknum polisi tersebut terjadi pada Senin (15/04), sekitar pukul 17.00 WIT di Telaga Ria Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Saat itu pelaku AK mendatangi korban Abner Kaigere (45) yang sedang bersama keponakannya Anderson Hengga (17).

(shutterstock)

Menurut keterangan istri korban, Damari Wally, aksi dari penembakan itu dipicu masalah rumah. Pelaku tidak terima rumah yang ditempati dulu dibongkar.

“Rumah kosong yang dulu ditumpangi oleh orang tua pelaku dibongkar karena terkena banjir. Tapi pelaku tidak terima langsung datang melakukan pengancaman dan penganiayaan. Terus langsung melakukan penembakan,” tuturnya, seperti yang dilansir dari kompas.com.

(cnnindonesia.com)

Akibat aksi tersebut, korban Abner Kaigere (45) mengalami luka tembak di kepala serta luka memar karena dianiaya, sementara Anderson Hengga (17) mengalami luka tembak di paha. Kedua korban kini tengah menjalani perawatan di RS Dian Harapan, Kota Jayapura, Papua.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Macbon ketika dikonfirmasi, Selasa (16/04) membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan pelaku sudah diamankan oleh Propam Polda Papua.

“AK kami sudah amankan jam 19.00 WIT, termasuk senjata yang digunakannya pun sudah kami sita,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *