Terungkap! Kondisi yang Diduga Jadi Sebab Kematian RA Kartini, Ternyata…

(tribunnews.com)

Banyak yang mungkin belum mengetahui hal ini. Ibu kita Raden Ajeng Kartini diduga mengalami preeklamsia dan mengembuskan napas terakhirnya tak lama setelah melahirkan anak tunggalnya. Sampai saat ini setiap tanggal 21 April yakni pada hari kelahirannya, bangsa Indonesianya memperingati Hari Kartini

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ seperti hati dan ginjal. Preeklamsia biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal. Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan fatal untuk ibu dan bayinya.

Gejala Preeklamsia 

Mengenal Preeklamsia, Kondisi yang Diduga Jadi Penyebab Kematian RA Kartini
(suara.com)

Preeklampsia kadang berkembang tanpa gejala apa pun. Tekanan darah tinggi dapat berkembang secara lambat atau mungkin timbul tiba-tiba. Memantau tekanan darah adalah bagian penting dari perawatan prenatal karena tanda pertama preeklampsia umumnya adalah kenaikan tekanan darah.

Tekanan darah yang melebihi 140/90 mm Hg atau lebih adalah tidak normal. Sementara itu, tanda-tanda yang lain, meliputi; kelebihan protein dalam urine (proteinuria) atau masalah lain pada ginjal, sakit kepala parah, perubahan dalam penglihatan, termasuk kehilangan penglihatan sementara, penglihatan kabur atau sensitivitas terhadap cahaya, nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk di sisi kanan. Lalu mual atau muntah, penurunan jumlah urine, penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia), gangguan fungsi hati, nafas pendek, disebabkan oleh cairan di paru-paru,

Peningkatan berat badan yang tiba-tiba dan pembengkakan (edema) terutama di wajah dan tangan dapat terjadi pada preeklampsia. Tetapi hal ini juga terjadi pada banyak kehamilan normal dan kerap tidak dianggap sebagai tanda-tanda preeklampsia.

Penyebab Preeklampsia

Ilustrasi hamil bayi kembar - (Shutterstock)
(suara.com)

Para ahli percaya penyakit ini dimulai di plasenta, organ yang memberi makan janin selama kehamilan. Di awal kehamilan, pembuluh darah baru berkembang dan berevolusi untuk secara efisien mengirim darah ke plasenta.

Pada wanita dengan preeklampsia, pembuluh darah ini tampaknya tidak berkembang atau berfungsi dengan baik. Mereka lebih sempit dari pembuluh darah normal dan bereaksi secara berbeda terhadap hormon yang membatasi jumlah darah yang dapat mengalir melaluinya.

Hasil gambar untuk preeklamsia
(klikdokter)

Namun penyebab lain meliputi:

1. Aliran darah ke uterus tidak mencukupi
2. Kerusakan pembuluh darah
3. Masalah dengan sistem kekebalan tubuh
4. Gen tertentu

Faktor risikonya meliputi hipertensi kronis, kehamilan pertama, usia lebih dari 40 tahun, kegemukan, hamil kembar, ayah baru serta fertilisasi in vitro.

Duh, ngeri banget ya guys! Semoga para bumil diluar sana senantiasa diberi kesehatan. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *