Tuding Telah Terjadi Kecurangan yang Luar Biasa, Prabowo Optimis Menang

(tribunnews.com)

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku sangat optimis dapat melenggang bersama Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno ke Istana Negara usai Pilpres 2019 ini. Ia sudah beberapa kali mengklaim kemenangan berdasarkan penghitungan suara internal

Prabowo berujar kemenangan tetap akan menjadi miliknya meski menuding banyak kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Maka dari itu, ia juga meminta kepada para pendukung dan relawannya agar terus menjaga dan mengawal rekapitulasi suara.

https://www.tagar.id/Asset/uploads/662101-prabowo-subianto.jpeg
(tagar.id)

Pernyataan itu disampaikan Prabowo melalui rekaman video yang diunggah oleh akun Twitter @berteman_mari milik mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (purn) J.S. Prabowo.

“Yakin lah kita menang, kita menang dengan kecurangan-kecurangan yang luar biasa masih tetap kita menang. Dan bagaimanapun kita akan menang karena rakyat bersama kita, kita berada di jalan yang benar, berjuang terus pantang menyerah,” ujar Prabowo Subianto dalam unggahan video, Selasa (23/4).

Sebelumnya, adanya kecurangan dalam Pemilu 2019 juga ditudingkan oleh Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo

bidik layar video prabowo subianto. (@berteman_mari).
(suara.com)

Ia menilai Pemilu 2019 tidak jujur, tidak transparan dan tidak adil. Salah satu bentuk kecurangan yang ditunjukkan Hashim adalah perihal 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah berkali-kali dilaporkan ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hashim mengaku kecewa dengan KPU mengabaikan adanya temuan 17,5 juta DPT bermasalah.

“Kami menilai Pemilu sekarang tidak jujur, tidak transparan, dan tidak adil,” kata Hashim saat jumpa pers di hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Namun, klaim kemenangan Prabowo malah dibawa ke meja bundar oleh pakar komunikasi Ade Armando. Selain Prabowo, Ade juga melaporkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Bareskrim Polri, Senin 22 April 2019.

Ketum Gerindra dilaporkan atas tuduhan menyebarkan kabar bohong atau berita hoaks, yang dapat menyebabkan keonaran terkait deklarasi kemenangannya dalam kontestasi Pilpres 2019.

“Prabowo diduga telah sengaja menyebarkan kabar bohong bahwa ia sudah memperoleh suara 62% berdasarkan real count di 320 ribu TPS di malam hari sesudah pencoblosan. Kami mengadukan Prabowo dengan gugatan menyebarkan kabar bohong yang dikhawatirkan menimbulkan keonaran di masyarakat,” kata Ade di Bareskrim Mabes Polri, Senin 22 April 2019.

Lebih lanjut kata dia, penyebaran berita hoaks itu, Prabowo gaungkan dalam konferensi pers, mengklaim kemenangan sebagai Presiden berdasarkan hasil real count versi internal Badan Pemenangan Nasional (BPN).

bidik layar video prabowo subianto. (@berteman_mari).
(suara.com)

Menurut Ade, hampir pasti pernyataan (deklarasi kemenangan) itu bohong, karena hampir tidak mungkin hanya dalam beberapa jam, tim BPN bisa mengumpulkan suara masuk dari 320 ribu TPS, atau 40 persen dari seluruh suara nasional.

“Saya yakin bahwa ini bohong, atau Prabowo harus membuktikan kebenaran kata-katanya. Kebohongan itu berpotensi sekali menimbulkan kegaduhan, kemarahan dan keonaran di masyarakat jika hasilnya berbeda (dengan penghitungan oleh KPU),” ujar Ade.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *