Terungkap Sudah! Ternyata Ini Bahan Peledak Bom Sri Lanka, Tak Terdeteksi Detektor Biasa?

(tribunnews.com)

Terungkap! Pelaku bom bunuh diri di Srilanka disinyalir menggunakan TATP. Bahan peledak bernama triacetone triperoxide tersebut terbuat dari bahan-bahan keperluan rumah tangga. Bahan-bahan tersebut pada umumnya digunakan sebagai bahan penghapus cat kuku – aseton – dan hidrogen peroksida.

Sebelumnya, delapan atau lebih pelaku bom bunuh diri di Sri Lanka membeli bahan tersebut dalam jumlah yang banyak. Meskipun, bahan-bahan tersebut sudah termasuk “layar radar” atau bahan illegal bagi polisi, tidak ada orang yang menarik kembali bahan tersebut.

Dilansir Tribunnews.com dari Asian Times, diduga delapan pelaku bom bunuh diri merakit bom di sebuah pabrik tembaga di Wellampitiya, tepatnya di daerah pinggiran kota Colombo.

Hasil gambar untuk isis sri lanka
(sindonews.com)

Pabrik itu merupakan pabrik milik Inshaf Ahamad, yang merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri yang meledakkan dirinya di Hotel Shangri-La, Colombo.

Sebagian besar peralatan penginderaan bom standar tidak dapat mendeteksi TATP, tetapi sensor baru sedang diperkenalkan menggunakan array sensor kolorimetri – pada dasarnya merasakan suhu gas yang dilepaskan TATP. TATP juga mengeluarkan bau yang cukup kuat seperti buah busuk.

Hasil gambar untuk isis sri lanka
(ndtv.com)

Status ekonomi pelaku terbilang sukses

Pelaku bom bunuh diri tampaknya adalah orang-orang kelas menengah yang sebelumnya memiliki status ekonomi yang terbilang sukses. Pelaku bom bunuh diri tampaknya adalah orang-orang kelas menengah yang sebelumnya memiliki status ekonomi yang terbilang sukses.

Ayah dari Inshaf Ahamad dikenal sebagai pedagang rempah-rempah yang sukses. Ia pun ditangkap setelah bom di rumahnya meledak hingga menewaskan tiga polisi.

Hasil gambar untuk isis sri lanka
(newsin.asia)

Salman Ramadan Abedi, salah satu pelaku bom bunuh diri yang merupakan leluhur asli keturunan Libya. Di usianya yang ke 22 tahun, ia melakukan aksi bom bunuh diri yang menggunakan TATP plus pecahan peluru di Manchester pada tahun 2017

Atas perbuatannya tersebut, sebanyak 23 orang tewas dan 39 orang lainnya terluka. Setengah dari mereka yang terbunuh adalah perempuan dan anak-anak.

Hasil gambar untuk bom sri lanka
(kompas.com)

Sebelumnya, Salman Ramadan Abedi dilaporkan ke polisi sebagai ekstrimis, namun polisi menganggapnya tidak menimbulkan resiko yang tinggi. Padahal terukir jelas sejarahnya dalam pertempuran dengan Jihadis Islam di Libya.

TATP dan pecahan peluru

Menurut laporan polisi, diyakini Salman Ramadan Abedi merakit TATP sendiri dan membawa bahan pemicunya dari Libya. Diduga bahan-bahan tersebut dipasok oleh organisasi Jihadis Salafi yang terhubung dengan ISIS.

TATP sangat fluktuatif dan banyak ISIS, Hamas, Hizbullah dan teroris lainnya telah meledakkan diri menyerahkan TATP. Dalam kasus lain, mereka lolos dari kematian tetapi terluka parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *