Amien Rais Dukung Prabowo, Muhammadiyah Pilih Netral

Selain menjadi petinggi Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais juga dikenal sebagai tokoh besar Muhammadiyah.

Amien Rais (twitter.com/hanggonamurtopo)

Selain menjadi petinggi Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais juga dikenal sebagai tokoh besar Muhammadiyah. Dukungannya terhadap Prabowo-Sandi sempat menjadi kontroversi karena tidak didukung oleh partai.

Dukungan Amien Rais (instagram.com/amienraisofficial)

Sedangkan Abdul Mu’ti, sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan, organisasinya akan bersikap netral di Pilpres 2019.

“Benar, Muhammadiyah harus menentukan sikap. Sampaikan ke Pak Amien, sikap Muhammadiyah adalah tidak mendukung salah satu pasangan. Itulah sikap politik Muhammadiyah,” ucap Abdul Mu’ti, seperti yang dikutip dari liputan6.com Jakarta, Senin (11/2).

Haedar Nashir (twitter.com/medcom_id)

Sebelumnya Amien Rais sebagai mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan agar PP Muhammadiyah harus mengambil sikap pada Pilpres 2019 nanti. Ia bahkan mengatakan akan menjewer Haedar Nasir sebagai Ketua Umum saat ini jika tetap diam.

Oleh karena itu pernyataan sekum Muhammadiyah bisa menjadi jawaban sikap Muhammadiyah saat ini.
Abdul Mu’ti juga menjelaskan, Muhammadiyah ingin tetap memiliki prinsip dan kepribadian menjadi organisasi dakwah yang tidak terlibat dalam politik praktis.

Ketum dan Sekum PP MUhammadiyah (twitter.com/HaedarNs)

Selalu berada dalam posisi gerakan dakwah yang terlibat dalam politik kebangsaan bukan politik kepartaian merupakan keinginan Muhammadiyah. “Sekali lagi sikap politik Muhammadiyah adalah netral dan Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam dukung-mendukung baik itu pasangan nomor 1 maupun pasangan nomor 2,” tegas dia.

Amien Rais Tidak Dapat Jatah Pidato

Sikap netral yang dimiliki Muhammadiyah juga berimbas pada jatah pidato pada acara Sidang Tanwir. Muhammadiyah tidak memberi jatah sambutan ataupun pidato untuk mantan Ketua Umum Muhammadiyah Amien Rais.

Sidang Tanwir yang akan diadakan 15-17 Februari di Bengkulu ini juga mengundang dua capres Jokowi dan Prabowo. Mereka justru diberi jatah pidato sebagai tokoh nasional Indonesia bukan capres di pemilu nanti.

Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo dan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto (Foto: Instagram.com/jokowi)

“Ceramah dari para tokoh nasional. Mereka yang kita undang adalah Pak Ir H Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto. Keduanya kita undang dalam kapasitas sebagai tokoh nasional bukan sebagai capres,” kata Abdul.

Tetap Partisipasi

Partisipasi tentunya akan tetap dilakukan oleh Muhammadiyah dan pengikutnnya saat pilpres nanti. Tetap mencoblos dan tidak golput merupakan sikap partisipasi organisasi.

Ilustrasi Pencoblosan (twitter.com/kabar24)

Abdul menghimbau para anggota untuk tetap berpartisipasi aktif dalam proses politik yang ada sesuai dengan pedoman kehidupan Islami.

“Netral bukan berarti tidak menentukan pilihan. Muhammadiyah hendaknya bisa menjadi warga negara yang bertanggung jawab yang kritis yang cerdas dan menggunakan hak politiknya untuk kepentingan bangsa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *