Slamet Ma’arif Beberkan Alasan Prabowo Tolak Bertemu Utusan Jokowi, Ternyata…

(merdeka.com)

Diketahui sebelumnya memang Presiden Jokowi mengutus seseorang untuk menemui Capres Prabowo Subianto. Namun hingga saat ini keduanya belum juga bertemu. Ternyata ini 3 alasan dibalik gagalnya pertemuan antara Prabowo dan utusan dari Jokowi tersebut.

Beberapa waktu lalu Luhut Panjaitan sudah berkomunikasi dengan Prabowo Subianto. Komunikasi melalui telepon dan belum bertemu langsung.  Ada alasan tersendiri kenapa Prabowo masih enggan bertemu dengan utusan Jokowi. Ada juga rencana menggelar ijtima ulama ketiga yang dikemukanan Slamet Maarif.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan calon Presiden RI, Prabowo Subianto mendengarkan saran ulama 212 untuk tidak menemui utusan Jokowi. Ada juga rencana menggelar ijtima ulama ketiga yang dikemukanan Slamet Maarif. Slamet Maarif juga mengatakan calon Presiden RI, Prabowo Subianto mendengarkan saran ulama 212 untuk tidak menemui utusan Jokowi. Sebelumnya dikabarkan Jokowi telah mengirimkan utusan untuk bertemu Prabowo Subianto.

“Ya beliau kan selama ini dengar saran ulama. Ulama menyarankan jangan bertemu dulu,” kata Slamet Maarif di Posko Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (25/4/2019).

Menurut Slamet Maarif yang juga menjabat Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, para ulama bukan melarang Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan Jokowi atau utusannya. Namun, kondisinya saat ini sedang penghitungan suara. Sehingga menurutnya, sebaiknya semua pihak fokus pada penghitungan suara.

“Biarkan fokus dengan pekerjaannya masing-masing dan alhamdulillah beliau ikut saran itu demi kebaikan bersama, insyaAllah,” katanya.

Para ulama menurutnya menyarankan kepada Prabowo Subianto untuk menerima ajakan pertemuan setelah proses penghitungan suara di KPU rampung.

“Ya kalau bertemu kan apalagi sama anak bangsa, warga negara, sesama muslim ya silahkan saja tapi ini kan sedang dalam proses jadi kita juga menyarankan kepada pak Prabowo, nanti saja lah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu,” katanya pungkas.

Sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Jenderal Purnawirawan Djoko Santoso mengajak para relawannya untuk terus berjuang mengawal proses penghitungan suara Pemilu Presiden 2019. Hal itu disampaikan Djoko Santoso dalam acara syukuran dan konsolidasi pengawalan pemenangan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Rabu, (24/4/20219).

Djoko Santoso meminta kepada relawan pendukungnya untuk tidak kompromi dalam memperjuangkan pemenangan Prabowo-Sandi. Seperti yang dicontohkan Prabowo Subianto, yang menurut Djoko Santoso tidak berkompromi di Pemilu 2019. Prabowo Subianto telah menolak utusan Jokowi yang ingin bertemu usai Pemilu 2019.

“Tidak ada kompromi. syukur Alhamdulillah ( Prabowo Subianto) itu menolak utusan-utusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi,” tuturnya.

Djoko Santoso mengatakan dalam memperjuangkan kemenangan itu, masyarakat tidak perlu khawatir. Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

“Saudara-saudara tidak perku takut, khawatir, karena berserikat berkumpul menyatakan pendapat baik tulisan atau lisan itu dilindungi uud 1945 atau konstitusi kita,” pungkasnya.

Image result for slamet maarif
(Tribunnews.com)

Untuk diketahui, Jokowi dalam beberapa kesempatan mengatakan akanmengutus seseorang untuk menemui Prabowo usai pemungutan suara 17 April lalu. Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa salah satu utusan Jokowi yang akan  menemui Prabowo Subianto adalah Menko Maritim yang juga Ketua Relawan TKN Jokowi-Maruf Bravo 5, Luhut Binsar Pandjaitan. Pertemuan awalnya akan digelar, Minggu (21/4/2019), tetapi urung terjadi.

Akan Gelar IJtima Ulama Ketiga

Slamet Maarif mengatakan ulama yang selama ini tergabung dalam gerakan 212 telah menggelar pertemuan. Pertemuan tersebut salah satunya membahas soal penyelenggara Pemilu 2019.

“Yang jelas kemarin kita sudah ada pertemuan dengan ulama-ulama 212 di Hotel Alia dan insya-Allah kita dalam waktu dekat akan ada pertemuan, akan undang wartawan untuk jumpa pers,” ujar Slamet Maarif di Jalan Kertanegara 6.

Dalam pertemuan itu, pihaknya menurut Slamet Maarif meminta masukan dari para ulama di sejumlah daerah seputar penyelenggaraan Pemilu 2019. Karena ulama-ulama tersebut mendapatkan laporan dari santri dan jemaahnya seputar penyelenggaraan Pemilu. Dari pertemuan dengan sejumlah ulama tersebut menurut Slamet Maarif disepakati akan adanya pertemuan besar membahas Pemilu.

Kemungkinan akan digelar ijtima ulama ketiga.

“Disepakati langkahnya harus ada pertemuan besar, semacam ijtima ulama, mungkin yang ketiga, untuk menggelar itu semua. Sehingga kita punya rujukan baik payung hukum ataupun secara syarinya, secara syariatnya, Itu sudah kita siapkan,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan imbauan rekonsiliasi usai Pemilu 2019, menurut Wakil Ketua BPN itu, pihaknya tidak akan menggubrisnya. Karena menurut Slamet Maarif tidak ada rekonsiliasi untuk setiap kecurangan yang dilakukan dalam Pemilu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *