Aneh, Prabowo – Sandi Menang Telak, Tapi Suara PDIP Naik 200% di Wilayah Ini, Kok Bisa?

(indepedensi.com)

Ada yang aneh pada Pemilu 2019 ini. Keanehan itu dilihat dari pernyataan yang dilontarkan oleh elite politik mengenai kemenangan partai ataupun calon yang ikut di Pemilu 2019. Bagaimana enggak aneh coba? Di wilayah ini, dikatakan Prabowo dan Sandi telah menang telak, namun suara PDI Perjuangan naik hingga 200 persen. Kok bisa ya?

PDI Perjuangan Kalimantan Selatan (Kalsel) optimistis panen suara pada Pemilu 2019. Kenaikan jumlah kursi diyakini bakal terjadi merata di DPR RI, DPRD Kalsel, maupun DPRD kabupaten/kota.

“Harus diakui, Pileg 2019 membawa peningkatan yang luar biasa bagi PDIP. Terutama untuk pemilihan DPR RI. Kenaikan suaranya bahkan mencapai 200 persen,” ungkap Sekretaris Dewan Pengurus Daerah PDI Perjuangan Kalsel, Supiansyah, seperti yang dilansir dari JPNN.com.

Di Sini Prabowo – Sandi Menang Telak tapi PDIP Naik 200%, Kok Bisa? - JPNN.COM

Meski bukan perhitungan resmi KPU, PDIP mengklaim telah memetakan hasil Pileg. Berdasarkan formulir C1 yang dikumpulkan saksinya di TPS-TPS. Hitung-hitungannya, satu kursi DPR RI dari Dapil Kalsel I. Ditambah dua kursi dari Dapil Kalsel II.

Namun, keoptimisannya berkurang ketika berbicara level provinsi. “Sementara untuk pemilihan DPRD Kalsel, memang tak banyak. Dibandingkan pemilu yang lalu, kemungkinan cuma bertambah satu kursi saja. Totalnya antara delapan sampai sembilan kursi,” sebutnya.

(apahabar.com)

Paling mencolok justru pada pemilihan DPRD di 11 kabupaten dan dua kota. Supiansyah kembali mengambil perbandingan dari hasil Pileg 2014 silam.

“Jika ditotalkan dari 13 kabupaten dan kota, tahun 2014 itu cuma 47 kursi. Sekarang PDIP bisa meraih 57 kursi. Dan masih mungkin sekali untuk bertambah,” jelasnya.

(apahabar.com)

Sekali lagi, itu baru klaim partai. Karena putusan resmi tetap di tangan KPU. Dan baru diumumkan pada Mei mendatang. Setelah data dari 13.153 TPS se-Kalsel rampung direkap.

Terlepas dari itu semua, angka-angka yang disebutkan Supiansyah memang mengejutkan. Mengingat pasangan Prabowo – Sandi menang telak di Kalsel. Mengapa bisa terjadi?

Supiansyah menyodorkan argumen. “Sederhana, PDIP tidak ikut tergerus karena yang getol mengkampanyekan 01 itu cuma PDIP. Hanya PDIP. Sementara peserta koalisi lainnya begitu-begitu saja,” cecarnya.

Maksudnya, PDIP justru diuntungkan dari “kemalasan” parpol lain di koalisi 01. Pemilih dan pendukung 01 yang berjumlah 35 persen itu secara otomatis hanya menengok PDIP. Sebagai partai yang mau habis-habisan memenangkan pasangan Jokowi-Amin.

Sementara itu, DPD Gerindra Kalsel juga mengklaim mendapatkan perolehan kursi yang signifikan dibanding Pemilu tahun 2014 silam. “Kalau jumlah kursi se-Kalsel Insya Allah meningkat, kurang lebih 70 kursi,” kata Sekretaris DPD Gerindra Kalsel, Ilham Noor, ketika dikonfirmasi (24/4).

Meski pihaknya sudah melakukan perhitungan, namun Ilham yang juga duduk di kursi DPRD Kalsel ini mengatakan masih menunggu hasil perhitungan dari KPUD Kalsel. Pihaknya belum dapat menyebutkan siapa saja kadernya yang akan duduk sebagai legislatif. Sesuai metode sainte league yang digunakan KPUD Kalsel untuk menentukan jumlah kursi yang dimenangkan dalam suatu pemilihan umum.

nasional.kompas.com

“Setiap pergerakan perhitungan tetap kita pantau,” ujarnya. Sejauh ini menurut Ilham, pihaknya belum melihat ada data perolehan suara yang masuk ke KPUD Kalsel. “Masih belum ada laporan,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *