3 Kali Deklarasi dan ‘Ngaku’ Menang di Pilpres 2019, Ini Gelar Kehormatan Prabowo dari Netizen Indonesia, Dijamin Ngakak!!

(Tribunnews.com)

Warganet di Twitter beberapa hari terakhir saling berkicau soal sosok capres 02 Prabowo Subianto yang disebut-sebut Presiden Jakarta Selatan. Hal ini berawal dari unggahan sebuah foto laporan Majalah Tempo dengan judul Prabowo Presiden Jakarta Selatan.

Foto laporan Tempo Prabowo Presiden Jakarta Selatan tersebut salah satunya diunggah oleh akun @azharathrustra, dengan keterangan

“Ciyee.. Congrats ya nak Jaksel punya new leader,” Selasa 23 April lalu.

 

(Tempo.co)

 

Unggahan tersebut langsung ditanggapi oleh warganet dengan berbagai komentar, seperti akun @NinaAdjignon menulis “cucok! presiden and wapresnya jago bahasa inggris, sesuai dengan kebiasaan anak Jaksel yang hobi keminggris!”

Ada juga netizen yang mulai bicara soal batas negara jika Jakarta Selatan mempunyai presiden, sepeti akun @odie88drz menanggapi, “Salah itu judulnya bukan Jaksel (terlalu luas) mestinya Kertanegara, Jaksel kan ada walikotanya, ada camat dan lurah, Negara mereka kertanegara 4 doank, tetangga kanan kiri depan blkng masih Indonesia kok.”

Selain itu, juga ada netizen yang mengucapkan selamat kepada warga Jakarta Selatan. “Selamat nak Jaksel dr anak Jambi “ tulis akun @Humaira797

 

(Tempo.co)

Lalu dari akun @tanti_mel” Selama ini saya bangga jadi anak Jaksel…tapi baru kali ini setelah tahu ada Presiden Jaksel saya sangat menyesallll….saya ingin pindahhhhh tidak sudiiii”

Adapun laporan Tempo edisi 22-28 April tersebut membahas soal deklarasi kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilihan Presiden 2019. Deklarasi tersebut berkaitan dengan unggulnya pasangan calon presiden nomor urut 02 tersebut berdasarkan real count internal Badan Pemenangan Nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya sama sekali belum berencana untuk menggerakkan aksi ‘people power’ dalam mengawal penghitungan suara.

“Tapi kalau kami dari partai politik memang belum berpandangan ke arah sana (aksi people power),” kata Priyo di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (25/3).

Ia mengakui inisiasi aksi ‘people power’ dikemukakan oleh tokoh pegiat demokrasi yang memang berada di barisan pasangan Prabowo-Sandiaga, seperti Amien Rais dan Eggi Sudjana. Aksi tersebut, menurut dia, juga diperbolehkan dalam iklim demokrasi yang dianut di Indonesia sepanjang dalam koridor yang berlaku.

(Tempo.co)
“Pandangan yang dalam koridor untuk menyampaikan ‘people power’ dan seterusnya itu adalah suatu hal yang biasa dalam demokrasi,” kata dia

Lebih lanjut, Priyo menyarankan agar aksi ‘people power’ itu lebih baik dijalankan dalam rangka mengoreksi kecurangan yang terdapat di Pemilu 2019 ini. Ia tak ingin aksi tersebut justru digunakan untuk merusak tatanan demokrasi yang telah dijalankan di Indonesia.

“Asal ‘people power’ yang dimaksud adalah tipe power dalam rangka mengoreksi kecurangan-kecurangan dan memperbaiki ini, menyuarakan kebenaran dan tetap dalam tahapan, tidak boleh merusak,” kata dia.

(CNN Indonesia)
Disisi lain, Priyo menilai dirinya lebih setuju bila dibentuk tim independen pencari fakta kecurangan Pemilu 2019 ketimbang ‘people power’.

Sebab, kata dia, tim itu nantinya bisa berjalan bersama-sama dengan kelompok masyarakat sipil untuk menyelidiki berbagai dugaan pelanggaran Pemilu dengan mekanisme yang jelas.

“Saya berpandangan kalau itu nanti diusulkan saya termasuk yang ikut menyetujui, tapi silakan karena ini kan ranah dari apa itu para pejuang atau masyarakat sipil,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *