Suasana Masih Mencekam, Umat Muslim di Sri Lanka Dilarang Salat Jumat di Luar

akurat.co

Sri Lanka baru saja mendapatkan kejadian yang mengancam nyawa banyak orang. Yap, pasca kejadian bom Sri Lanka membuat banyak orang menjadi was-was beserta panik untuk berkeliaran di luar karena takut terjadi kejadian yang lebih buruk dari sebelumnya.

Umat Muslim di Sri Lanka diminta untuk salat Jumat di rumah, tidak ke masjid setelah Badan Intelijen negara itu memperingatkan tentang kemungkinan terjadi serangan bom mobil. Selain diminta untuk menghindari datang ke masjid, warga Sri Lanka juga diminta untuk tidak mendekati rumah ibadah lainnya termasuk gereja.

Laporan intelijen mengatakan ada kekhawatiran terjadi aksi balas dendam atas peristiwa ledakna bom pada Minggu Paskah, 21 April 2019, seperti yang dikutip melalui tempo.co. The All Ceylon Jamiyathul Ullama, organisasi Islam terbesar di Sri Lanka, meminta umat Muslim melakukan salat Jumat di rumah.

Kardinal Malcolm Ranjith juga meminta para imam tidak mengadakan ibadah misa di gereja-gereja hingga pemberitahuan lebih lanjut. “Keamanan itu penting,” kata Kardinal Ranjith, seperti dikutip dari Reuters.

Hasil gambar untuk bom sri lanka
internasional.kompas.com

Menurut pihak militer Sri Lanka, hampir seribu tentara diterjunkan ke seluruh negara untuk menjaga keamanan di seluruh rumah ibadah. Warga Muslim di Sri Lanka mengungsi meninggalkan rumah mereka karena khawati atas aksi balas dendam atas serangan bom pada hari Minggu, 21 April lalu.

Sementara, Kedutaan Amerika Serikat dan Inggris di kota Kolombo mengeluarkan travel warning, yang meminta warganya menghindari rumah ibadah di Sri Lanka. Hal senada juga disampaikan pemerintah Inggris kepada warga nya di Sri lanka.

Teroris Sri Lanka Diduga Rakit Bom di Pabrik Tembaga Miliknya

Pabrik tembaga di luar kota Kolombo diduga digunakan oleh pelaku teror bom di Sri Lanka untuk merakit bahan peledak. Pabrik tembaga di Wellampitiya, sebelah timur laut Kolombo, diketahui milik Inshaf Ahamad, salah satu pembom bunuh diri yang menyerang salah satu hotel.

Adik ipar Inshaf mengatakan pengusaha itu mengendarai Land Cruiser putih baru dan berasal dari latar belakang kelas menengah. Adik ipar Inshaf, Ashkan Alamdeen, 29 tahun, mengatakan Inshaf telah membuat malu keluarganya.

“Mereka menghancurkan keluarga kami dan merenggut ratusan nyawa dari seluruh dunia,” kata Ashkan.”Kami tidak tahu apa yang mereka rencanakan. Jika kami tahu, kami pasti memberitahu polisi.” Inshaf dilaporkan menyerang Hotel Cinnamon Grand, sementara saudara lelakinya menyerang Hotel Shangri-La.

Ayah mereka, seorang pedagang rempah-rempah yang sukses, ditangkap di rumah keluarga setelah bom meledak di rumahnya dan menewaskan tiga petugas polisi. “Kami tidak merasakan emosi selain dari kemarahan. Sangat marah,” kata Ashkhan.

Hasil gambar untuk bom sri lanka
internasional.kompas.com

Dia mengatakan saudara perempuannya, istri Ishfan, hidup di dunia mimpi setelah pembantaian itu. “Dia tidak percaya itu benar-benar terjadi. Dia sangat menderita secara psikologis,” kata Ashkan.

Setelah mendapatkan bahan untuk bom, Inshaf, ayah empat anak berusia tiga puluhan, mengatakan kepada istrinya yang ia nikahi 10 tahun lalu, bahwa ia akan pergi ke Zambia dalam perjalanan bisnis, kata Ashkan.

Teroris, yang memiliki delapan saudara kandung, menelepon istrinya untuk terakhir kalinya pada pukul 7.30 pagi pada hari Minggu, satu jam sebelum serangan, untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir.

Hasil gambar untuk bom sri lanka
matamatapolitik.com

“Dia mengatakan kepadanya bahwa dia berada di Zambia dan semuanya baik-baik saja. Lalu sejam kemudian dia mati,” kata Ashkan.

Pabrik tembaga Inshaf diserbu oleh polisi Sri Lanka Senin malam, yang menahan sembilan tersangka termasuk manajer, supervisor dan teknisi.

Penyelidikan sedang berlangsung, tetapi para detektif Sri Lanka percaya bahwa pabrik tembaga digunakan untuk membuat rompi bom bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak triacetone triperoxide, bahan yang sama yang digunakan dalam pengeboman Bataclan Paris dan Manchester Arena.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *