Waspada! Kasus Cacar Monyet Menyerang Singapura, Satu Orang Telah Terjangkit Penyakit Ini

(aryanto.id)

Kasus infeksi monkeypox atau yang biasa disebut sebagai cacar monyet telah menjangkit Singapura. Pasien pertama di negara itu adalah warga negara Nigeria, berusia 38 tahun, yang tiba di Negeri Singa pada 28 April lalu. Ia dilaporkan positif terjangkit virus penyakit tersebut pada Rabu 8 Mei 2019, menurut Kementerian Kesehatan (MOH).

Singapura Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama di Asia. Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit langka yang tidak biasanya ditemukan di luar Afrika. Namun otoritas kesehatan Singapura baru-baru melaporkan adanya kasus cacar monyet pertama yang ditemukan di negara tersebut.

Hasil gambar untuk monkeypox
(youtube.com)

Kasus cacar monyet ditemukan pada seorang lelaki asal Nigeria, yang diduga terinfeksi di negaranya sebelum masuk ke Singapura. Hal ini menjadikan Singapura sebagai negara keempat di luar benua Afrika selain Amerika Serikat, Inggris, dan Israel yang melaporkan adanya kasus cacar monyet.

“Meski risiko penularan manusia ke manusia sangat rendah, Kementerian Kesehatan saat ini sudah mengambil langkah-langkah pencegahan yang dperlukan,” demikian pernyataan dari otoritas kesehatan Singapura, dilansir Reuters.

Hasil gambar untuk monkeypox
(foxnews.com)

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengidentifikasi 23 orang yang melakukan kontak dengan lelaki Nigeria tersebut saat berada di Singapura.

Diyakini, lelaki tersebut terinfeksi cacar monyet setelah mengonsumsi daging hewan liar dalam sebuah pesta pernikahan di Nigeria. Daging hewan liar yang berasal dari simpanse, gorilla, rusa, burung, ataupun tupai merupakan menu lazim di Afrika.

Penyakit cacar monyet sendiri tergolong sangat langka. Virus cacar monyet memiliki hubungan erat dengan virus cacar (smallpox) yang sudah dieradikasi sejak tahun 1980-an. Meski penularan manusia ke manusia tergolong jarang, infeksi cacar monyet diketahui sangat mematikan.

Hasil gambar untuk monkeypox
(tribunnews.com)

Proses perpindahan virus terjadi saat seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi seperti tikus. Penularan “dari manusia ke manusia”, dapat terjadi karena adanya kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan penderita. Selain itu, bisa pula disebabkan karena terkontaminasi oleh cairan pasien yang terinfeksi.

Hasil gambar untuk monkeypox
(express.co.uk)

Gejala awal yang bisa terjadi pada pasien cacar monyet meliputi demam, sakit kepala, dan munculnya pustula atau bintik merah di sekujur tubuh. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau bahkan kematian dalam beberapa kasus.

Sementara itu, direktur eksekutif NCID, Leo Yee Sin, mengatakan penyakit itu untuk memiliki risiko yang rendah untuk menyebar di Singapura.

“Tidak ada bukti bahwa penularan dari manusia ke manusia saja dapat menyebabkan infeksi monkeypox pada manusia” kata Leo.

Ia menambahkan, rata-rata setiap orang yang terinfeksi menularkan virus kepada kurang dari satu orang lainnya. Hal itu jauh lebih tidak menular daripada flu biasa. Rantai penularan juga dapat dihentikan dengan karantina pada mereka yang sempat melakukan kontak dekat dengan penderita.

Hasil gambar untuk monkeypox
(guardian.ng)

MOH juga menyebut bahwa penyakit ini biasanya sembuh sendiri, dengan sebagian besar pasien sembuh dalam dua hingga tiga minggu.

Saat ini, semua orang yang sempat bertemu dengan penderita (kontak dengan risiko rendah terinfeksi) juga telah berada di bawah pengawasan aktif. Mereka akan dihubungi dua kali sehari untuk memantau status kesehatan mereka.

Terdapat satu orang peserta lokakarya yang telah meninggalkan Singapura pada 5 Mei, sebelum pasien didiagnosis menderita monkeypox. Ia telah melaporkan kepada MOH bahwa ia tetap sehat tanpa gejala.

Sebagai tindakan pencegahan, MOH mengatakan telah memberi tahu otoritas kesehatan masyarakat di negara asal peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *