Subhanallah, Ternyata Museum Ini Simpan Beberapa Bagian Tubuh Nabi Muhammad dan Koleksi Barang Milik Beliau

Bertemu dengan Nabi Muhammad pastilah jadi mimpi bagi setiap umam muslim. Namun kita tidak bisa bertemu di dunia saat ini, karena beliau telah wafat. Akan tetapi ternyata ada beberapa bagian tubuh Rasul yang tersimpan di sebuah museum lho.

Museum Topkapi di Istanbul, Turki adalah tempat wisata religi yang wajib kamu sambangi jika ingin melihat koleksi-koleksi peninggalan Nabi Muhammad SAW. Museum Topkapi ini menyimpan benda-benda berharga yang tidak akan bisa kamu temui di tempat lain, seperti rambut Nabi Muhammad SAW.

Peninggalan Rasulullah ini dulunya dipindahkan dari Mekkah dan Madinah ke Turki. Museum Topkapi, dahulu adalah istana tempat tinggal Sultan Ottoman. Istana ini memiliki pemandangan yang sangat indah, karena berada tak jauh dari tebing Laut Marmara.

Di Museum Topkapi Turki Ini Helai Rambut Nabi Muhammad Ternyata Disimpan, Ada Gigi Hingga Stempel

Museum ini berlokasi dekat dengan Hagia Sofya, yakni sebuah bangunan yang dulunya adalah gereja namun sempat diubah menjadi masjid, lalu menjadi museum. Lokasi museum juga tidak jauh dari Masjid Biru yang ikonik di Turki.

Dilansir Tribun Travel dari situs resmi Museum Topkapi topkapisarayi.gov.tr, tempat bersejarah ini awalnya dibangun sekitar tahun 1460 dan 1478 oleh Sultan Mehmed II. Satu di antara semua koleksi Nabi Muhammad SAW yang paling berharga di Museum Topkapi adalah helaian rambut janggut yang tersimpan dengan rapi.

Selain helaian rambut Nabi Muhammad SAW, ada juga koleksi benda-benda bersejarah lainnya. Mulai dari gigi, telapak kaki, jubah, dan stempel milik Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ada juga berbagai koleksi benda milik nabi-nabi lain.

Ada turban milik Nabi Yusuf as, pedang kepunyaan Nabi Daud as dan tongkat Nabi Musa as. Selain menyimpan peninggalan dari para nabi, Museum Topkapi ini juga menyimpan beragam koleksi porselen dari China, Jepang, dan berbagai negara di Eropa.

Ada juga koleksi perabotan yang terbuat dari emas dan perak, aneka keramik, perhiasan dan lukisan. Peninggalan para sultan juga masih terawat dan terjaga baik di Museum Topkapi hingga saat ini.

Beberapa pakaian seperti kaftan, sutra, dan karpet peninggalan masa lampau juga turut di pajang dalam museum ini. Bagi kamu yang penasaran untuk melihat koleksi Nabi Muhammad di Museum Topkapi terbuka untuk umum.

Helaian Rambut Nabi Muhammad SAW (topkapisarayi.gov.tr)

Saat datang ke museum, pengunjung dilarang mengambil foto di sana, karena akan menghabiskan banyak waktu. Banyak turis yang rela antre untuk bisa melihat peninggalan bersejarah yang ada di Museum Topkapi.

Museum buka setiap hari kecuali Selasa, dan tutup apabila ada hari raya keagamaan. Museum Topkapi buka mulai pukul 09:00 hingga 17:00 waktu setempat.

Opick Klaim Bawa Rambut Nabi Muhammad ke Indonesia, MUI Beri Nasihat

Pengakuan musisi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus alias Opick yang membawa sehelai rambut Nabi Muhammad SAW dari Turki menjadi perhatian publik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menyampaikan pesan Nabi Muhammad kepada umat Islam tentang warisan yang ditinggalkannya.

“Ya Nabi mengatakan, ‘Aku tidak mewariskan apa-apa kecuali Alquran dan As-Sunnah.’ Yang penting itu bukan rambut atau warisan fisik Nabi, tapi Alquran dan As-Sunnah,” kata Waketum MUI Yunahar Ilyas kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).

Yunahar, yang juga Ketua PP Muhammadiyah itu mempertanyakan asal-usul sehelai rambut Nabi yang dibawa Opick. Dia meminta publik untuk mengkritisi pengakuan Opick soal rambut Nabi.

“Pertanyaan pertama apa benar itu rambut Nabi? Kalau benar kok, bisa dibawa ke Indonesia? Peninggalan Nabi yang ada di Museum Turki tentu tidak bisa dibawa keluar. Kalaupun iya, apa gunanya dibawa ke Indonesia?” ujarnya.

Nasihat MUI soal Heboh Opick Bawa Rambut Nabi

Opick sudah memberikan penjelasan bahwa dirinya hanya mendapatkan amanah dari Dewan Ulama Thariqah untuk menyimpan sehelai rambut Nabi itu. Yunahar kembali mempertanyakan alasan sehelai rambut Nabi itu dibawa ke Indonesia.

“Kalaupun iya itu rambut Nabi, lalu untuk apa? Pertanyaannya untuk apa? Kalau baju, sandal, serban, dan sejenisnya bisa dilihat aspek budayanya. Nah, rambut untuk apa?” kata Yunahar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *