Super Kilat! Tarawih 23 Rakaat di Mushola Ini Hanya Butuh Beberapa Menit, Khusyuk Gak Ya?

Ilustrasi Jamaah Salat

Bulan Ramadan umat muslim di seluruh dunia pasti menjalankan ibadah shalat Tarawih. Namun pada sholat tarawih ini ada yang lama sedang dan tercepat. Salah satunya sholat tarawih tercepat ternyata ada di Blitar.

Lebih tepatnya di Pondok Pesantren Mamba`ul Hikam, Desa Mantenan Udan Awu, Kabupaten Blitar. Sholat tarawih di ponpes Mamba, ul. Ternyata berhasil menarik perhatian publik. Pasalnya, shalat tarawih di pondok tersebut di lakukan supercepat dari waktu seluruh masjid masjid di Indonesia.

Di ponpes ini para santri melakukan sholat tarawih yang berjumlah 23 rokaat hanya membutuhkan waktu kurang lebih 7 hinga 10 menit. Setiap hari selama bulan ramadan, masjid di lingkungan pondok pesantren tersebut tidak pernah sepi dari jemaah.

Mereka tidak hanya jemaah dari Ponpes Mambaul Hikam saja. Banyak berasal dari kabupaten lain seperti Kediri dan Tulungagung. Para jemaah dari luar lingkungan itu tertarik mengikuti salat tarawih cepat yang sudah dilakukan di pondok pesantren ini sejak satu abad lalu.

KH Dliyaudin Azzamzammi, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam mengakui salat tarawih di tempatnya memang kurang dari 10 menit. Gerakan salat tidak berubah sama sekali. Namun, gerakan dan bacaan salat, berlangsung supercepat.

“Para jemaah salat tarawih umumnya sudah terbiasa di pondok ini,” kata KH Dliyaudin.

Menengok Salat Tarawih Tercepat di Blitar

Setiap hari, masjid yang berada di lingkungan Pondok Pesantren tersebut, tidak pernah sepi dari ratusan jamaah yang ingin ikut salat tarawih. Tidak hanya jamaah dari sekitar pondok pesantren, namun jamaah dari desa-desa di sekitar pondok, juga memilih ikut melaksanakan salat terawih di masjid pondok pesantren Mambaul Hikam.

Para jamaah mengaku, selalu memilih mengikuti salat tarawih di pondok pesantren ini, selain karena cepat juga dapat menghemat waktu. Karena sholat teraweh di pondok pesantren ini dilakukan sangat cepat.

“Kita selalu salat tarawih di sini karena efisien waktu, sehingga misalkan kita ada keperluan lain tidak terganggu,” ujar Hadi, jamaah dari desa Setempat.

“Kita juga percaya dan yakin, meski salat tarawih di sini sangat cepat namun tidak meninggalkan rukun atau syarat salat,” tambah Moh Masroni, warga dari desa tetangga.

Meskipun salat tarawih sangat cepat, warga tetap mengikuti dengan khusyuk.

“Salat tarawih ini menjadi tradisi pesantren selama satu abad. Dalam sejarahnya sengaja melakukan salat tarawih cepat, untuk menarik minat warga yang sudah lelah bekerja seharian. Meskipun dilakukan dengan cepat, tapi dipastikan tidak ada rukun salat yang tertinggal. Salat tersebut sah sesuai syariat hukum Islam,” kata jelas Kiai Dliyaudin.

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliya’uddin Azzamzammi mengatakan, tradisi salat tarawih cepat di pondoknya sudah berlangsung selama satu abad lebih, sejak kakeknya menjadi pengasuh Pondok Pesantren.

Hasil gambar untuk shalat tarawih tercepat

“Alasannya, saat itu banyak warga yang enggan ikut salat tarawih, karena siangnya bekerja sehingga badannya capek dan penat. Sehingga dengan teraweh cepat ini, membuat para jamaah menjadi tertarik untuk datang ke masjid dan ikut melaksanakan salat tarawih,” terang KH Dliya’uddin Azzamzammi

Sejarah salat tarawih yang berlangsung cepat ini kali pertama dilakukan pendiri pondok, KH Abdul Ghofoer sekitar 1907 silam. Salat cepat di Pondok Pesantren Mambaul Hikam ini dilakukan hanya untuk sholat tarawih dan witir saja. Untuk sholat 5 waktu, sholatnya seperti pada umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *