Densus 88 Tangkap Guru Ngaji yang Lagi Beli Obat, Kenapa?

tribunnews.com

Baru – baru ini Tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang yang diduga teroris asal Semarang bernama Taufik Teguh P.  Densus 88 menangkap Taufik saat sedang membeli obat. Dikabarkan pihak Densus 88 juga telah menangkap sejumlah orang yang diduga teroris di beberapa daerah Jawa Tengah

Petugas Densus 88 menangkap seorang terduga teroris di daerah Semarang. Seorang yang bernama Taufik ini ditangkap tim antiteror ini ketika sedang mengendarai mobil Inova saat ingin membeli obat di Jalan Veteran No 28 pada selasa (15/5).

tribunnews.com

Firma seroang yang merupakan keponakan dari Taufik mengatakan kepada media bahwa pamannya tersebut ditangkap Densus 88 saat pengen membelikan obat batuk di jalan veteran sekitar jam 3 malam. Keluarganya yang tahu akan hal itu sangatlah syok karena selama ini pamannya itu berprofesi sebagai tukang jahit dan sering mengisi kajian kultum di masjid dekat rumahnya.

okezone

Lebih lanjut tim Densus 88 mengatakan bahwa Taufik juga melatih beladiri, Diketahui Taufik melatih beladiri JetKundo di daerah Gedawang. Hingga sampai saat ini keluarga terduga teroris Taufik masih belum percaya, sosok guru ngaji ini terlibat tindak pidana terorisme yang dinilai berbahaya bagi keselamatan bangsa dan negara. Keluarga hanya pasrah dan akan mengikuti perkembangan selanjutnya dari pihak yang berwajib.

Tribunnews.com

Di beberapa wilayah di Jawa Tengah sesuai dengan kabar yang pernah diberitakan sebelumnya. Tim Datasemen Khusus 88 antiteror ini telah melakukan penangkapan terhadap 8 terduga teroris yang tersebar di beberapa wilayah Jawa Tengah. Penangkapan dilakukan di Kabupaten Grobogan, Kudus, Sragen dan Magelang.

suara.com

Hal tersebut juga telah dibenarkan oleh kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengenai penangkapan yang berada di dua daerah Jawa Tengah itu. Seperti yang dilaporkan terdapat kurang lebih delapan terduga teroris yang telah ditangkap oleh Densus 88 menurut Rycko.

Langkah yang dilakukan oleh Polda Jawa Tengah yaitu memberikan back up. Sementara itu para pelaku juga masih akan dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan. Nantinya dalam kurun waktu selama tujuh hari akan dilakukan pemeriksaan oleh Densus untuk menentukan apakah yang bersangkutan terbukti bersalah atau tidak.

Rycko juga menegaskan bahwa tersangka ada di wilayah Polda Jateng, pihaknya mengatakan sudah dilakukan kordinasi selama dua dengan Polda setempat. Walaupun begitu Kapolda Jateng belum bisa mengungkapkan para terduga teror terkait dengan kasus ini berada di jaringan mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *