Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Luar Jawa Resah, Ini Kata Menhub

(CNN Indonesia)

Mahalnya harga tiket pesawat low cost carrier (LCC) pada musim mudik Lebaran dikarenakan alasan harga avtur yang mahal dan nilai tukar rupiah yang melemah. Menurut pihak maskapai ini membuat pemudik yang hendak pulang kampung ke luar Pulau Jawa atau sebaliknya resah. Pemudik tersebut meminta pemerintah turun tangan dalam kasus mahalnya tiket pesawat ini. Pihak Kemenhub selaku tangan perwakilan pemerintah pun angkat suara.

Meski Pemerintah telah beberapa kali bakal menurunkan harga tiket, namun masyarakat sudah terlanjur tak percaya. Karenanya masyarakat belum mengubris tiket pesawat untuk mudik lebaran tahun.Penurunan harga tiket pesawat yang digadang-gadang akan dilakukan untuk perjalanan mudik nyatanya belum berlaku di Palembang. Harga tiket pesawat yang terpantau kemarin, masih berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

(Detik)

Maskapai Garuda Indonesia hari ini sudah menerapkan penurunan tarif batas atas (TBA) sesuai dengan hasil rapat terbatas terkait tiket pesawat mahal di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (13/5/2019) malam.

Wahyudi Kresna, General Manager Garuda Indonesia Cabang Palembang mengatakan Garuda sudah mengikuti instruksi regulator (pemerintah) menurunkan tarif batas atas. Kemenhub menerapkan tarif dasar Rp 982 ribu tapi Garuda justru menetapkan tarif dasar lebih rendah yakni Rp 962 ribu. Tarif ini merupakan tarif dasar belum dihitung PPN, airport tax juga asuransi.

(Kumparan)

Setelah ditotal dengan semua tambahan lainnya tarif batas atas Garuda tujuan Palembang-Jakarta Rp 1.114.000 dari tarif batas atas sebelumnya Rp 1.135.000. Airport tax dari Palembang tujuan Jakarta Rp 50 ribu tapi sebaliknya dari Jakarta tujuan Palembang lebih mahal yakni Rp 130 ribu. “Kita mendukung semua kebijakan pemerintah dan sudah menerapkan penurunan tarif batas atas mulai hari ini,” ujar Wahyudi, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya Garuda selama ini telah menerapkan penurunan tarif khususnya di wilayah kerjanya. Penurunan tarif ini berupa promo harga tiket hingga diskon. Hanya saja memang tidak semua rute dan penerbangan juga chanel distribusi memberlakukan tarif promo. Garuda gencar menggelar tarif promo sejak peringatan HUT BUMN dan Pemilu lalu.

(riaulink)

Bahkan hingga kini dikatakan Wahyudi masih juga ada tarif promo karena menyesuaiakan flight di awal Ramadan karena penerbangan belum fix. Biasanya minggu ke dua hingga libur lebaran berakhir tarif menyesuaikan kondisi di lapangan dan permintaan masyarakat.

“Kita tidak menjual tiket di batas atas semua, ada juga yang promo dan sudah diterpakan seperti tarif promo yang diberlakukan Senin kemarin dengan tarif Rp 500 ribuan,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Cabang Sriwijaya Air Distrik Palembang Taufik Usman mengatakan Sriwijaya Air dan Nam Air akan mengikuti kebijakan Garuda sebagai first leader. Jika Garuda menurunkan tarif batas atas maka Sriwijaya dan Nam Air juga akan menurunkan tarif batas atas. Hanya saja besarannya tidak akan sama dengan Garuda. “Garuda menurunkan tarif batas atas kita juga ikut turunkan,” ujarnya singkat.

(Sriwijaya Post)

Sementara itu Distrik Manager Citilink Palembang Bachtiar mengatakan belum mendapatkan informasi dari pusat.

“Belum ada informasi dari pusat nanti akan diinformasikan kalau ada,” ujarnya.

Marketing Sriwijaya Air, Ajeng Wulandari mengatakan pembicaraan mengenai rencana untuk penurunan harga sudah ada tapi untuk sementara harga msih cukup tinggi karena masih menunggu arahan dari pusat.”Informasi yang kami dapat juga penurunan tarif masih dikaji ulang,” kata dia, Rabu (15/5/2019).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *