Napi Kerusuhan Rutan Dipindah ke Nusakambangan, Ternyata Ini Hal Mistis yang Bikin Merinding!

(grid.id)

Belakangan ini publik dihebohkan dengan kerusuhan napi di daerah Siak. Bahkan kerusuhan tersebut sampai mendapat sorotan dari Menteri Hukum dan HAM. Menanggapi hal ini, ia sampai menyuruh biang kerok kerusuhan dipindahkan ke Nusakambangan. Tapi, siapa sih yang bakalan betah kalau hidup di lapas yang menyiksa ini? Berikut faktanya.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly perintahkan Kanwil Kemenkum HAM Riau pindahkan narapidana pemicu kerusuhan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) klas II B Siak ke Lapas Nusakambangan. Sebab pelaku tindak kejahatan Narkotika harus dihukum keras dan dimiskinkan.

Hasil gambar untuk napi rusuh
(republika.co.id)

“Itu Napi perempuan yang menggunakan Narkoba, penyebab kerusuhan itu dipindahkan ke Nusakambangan,” kata Yasonna saat memberikan keterangan pers usai meninjau kondisi terkini Rutan Kelas II B Siak, Senin (13/5/2019).

Ia menyebut orang-orang potensial sebagai bandar Narkoba harus ditempatkan di Lapas Nusakambangan. Sebab, pelaku tindak pidana Narkotika harus mendapat hukuman keras dan dimiskinkan agar tidak main-main terhadap hukum.

Hasil gambar untuk napi rusuh
(tribunnews.com)

Pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melihat orang-orang potensial sebagai bandar narkoba. Orang-orang yang dianggap potensial itu juga direkomendasikan dipindahkan ke Nusakambangan.

Hasil gambar untuk napi rusuh
(suara.com)

“Kalau tidak mereka berpotensi merayu dan menggoda petugas, ini akan sangat berbahaya,” kata dia.

Ia menyampaikan, revisi UU Narkotika sedang dalam proses penyelesaian. UU tersebut untuk kepastian hukum dan kepastian batasan antara pemakai, kurir dan pengedar serta bandar. Selama ini penjara Nusakambangan juga terkenal angker.

Kemungkinan melarikan diri dari lapas ini sangat kecil karena letaknya yang berada di pulau terpencil di sisi selatan Jawa. Karena itu lapas ini biasa menampung narapidana dengan kejahatan mengerikan seperti pelaku tindak kriminal, narkoba dan terorisme.

Merangkum dari berbagai sumber, berikut 7 fakta di balik kengerian penjara Nusakambangan yang bikin napi nggak betah.

1. Tidak ada sinyal seluler

nusakambangan
(tribunnews.com)

Temuan ponsel di kamar napi Lapas Batu Nusakambangan untuk menyelundupkan 1,2 juta pil ekstasi tahun lalu menjadi penyebab ditiadakannya sinyal seluler di pualalu ini. Nusakambangan dibuat zero sinyal, blank spot dan tanpa sinyal. Meskipun begitu, masih ada fasilitas telepon umum bagi napi berkelakuan baik. Mereka bisa menelepon keluarga intinya, namun dengan pengawasan ketat.

2. Suasana mistis

Net
(tribunnews.com)

Berada di sebuah pulau lepas pantai, kondisi Nusakambangan sangat mengerikan karena dikelilingi hutan lebat dan tembok berduri. Penjara yang sudah ada sejak zaman Belanda ini punya banyak tempat dengan bangunan tua yang tampak horor.

3. Penjagaan ekstra maksimal

Kakanwil Kemenkum HAM Jateng meninjau kondisi Lapas Nusakambangan (5/8/2017).
(tribunnews.com)

Sama seperti Alcatraz atau pun Guantanamo, Nusakambangan secara tidak langsung dikhususkan bagi napi dengan kejahatan berat. Misalnya teorisme, pembunuhan berencana kelas tinggi yang melibatkan orang penting, dan sebagainya. Maka tak heran kalau beberapa sel dilengkapi dengan keamanan super maksimal. Ada yang dijaga oleh pasukan bersenjata lengkap, sampai sel isolasi untuk napi yang sering berulah.

4. Tempat eksekusi mati

Hasil gambar untuk eksekusi mati di nusakambangan
(tribunnews.com)

Sebuah tempat bernama Lembah Nirbaya di pulau ini mungkin menjadi momok para napi. Pasalnya, lembah tersebut menjadi lahat tempat dilangsungkannya eksekusi mati. Lembah Nirbaya menjadi tempat terakhir bagi terpidana mati dan tidak mungkin ada kesempatan bagi mereka untuk meloloskan diri.

5. Kengerian lapas Gliger

TribunJateng
(tribunnews.com)

Di Nusakambangan terdapat dua lokasi yang kerap menjadi tempat eksekusi. Pertama adalah di perkebunan jeruk Lembah Nirbaya dan bekas bangunan Lapas Gliger. Di lokasi ini, terpidana mati kasus pembunuhan sadis, Antonius Rio Alex Bulo alias Rio Martil meregang nyawa.

6. Tempat eksekusi mati dirahasiakan

Hasil gambar untuk eksekusi mati di nusakambangan
(tempo.co)

Di Lembah Nirbaya, ada kebun jeruk milik koperasi Nusakambangan yang dirawat beberapa pekerja. Biasanya, beberapa minggu sebelum dilaksanakan eksekusi mati, para pekerja diminta mengungsi. Namun, tidak satu pun pekerja kebut atau bahkan sipir yang tahu titik pasti eksekusi. Yang jelas, mereka dilarang mendekati lokasi tersebut.

7. Seluruh Nusakambangan adalah daerah steril

net
(tribunnews.com)

Ya, tidak sembarang orang bebas keluar masuk pulau itu. Mungkinkah ada napi yang bisa kabur lewat laut? Tahun 2000 lalu, dua kontainer berisi ular kobra dibuang di Nusakambangan. Selain dikelilingi laut, hewan buas juga tersebar di pulau ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *