Petinju Ini Sesumbar Bikin Deontay Wilder Pensiun Usai Pertarungan, Kok Serem!

Petinju ini bertekad menang KO. Sebab, ia tahu Deontay Wilder tak ada kemajuan semenjak menyandang gelar juara dunia WBC pada 17 Januari 2015. Sementara Deontay Wilder sendiri menganggap petinju ini akan ia buat seperti lalat.

Dominic Breazeale tak sabar untuk merobohkan Deontay Wilder dalam pertarungan perebutan sabuk juara Tinju Kelas Berat WBC. Setelah men-KO Wilder, Breazeale memburu sang juara tinju Kelas Berat WBA, IBF, dan WBO, Anthony Joshua untuk rematch.

Breazeale menjatah Wilder hanya bertahan di ring tidak lebih dari tiga ronde. Dia ingin cepat merobohkan Wilder agar bisa duel ulang dengan Joshua.’’Jika tidak, ketika aku mengalahkan Wilder. Ketika aku mengalahkan Wilder, sangat menyenangkan untuk menyatukan gelar melawan AJ (Anthony Joshua),’’koar Breazeale kepada Sky Sports.

(Sindo)

Breazeale pun tak sabar untuk meladeni Wilder dalam pertarungan perebutan sabuk juara Tinju Kelas Berat WBC di New York Barclays Center, 19 Mei mendatang. Petinju Amerika Serikat pemilik rekor tanding (20-1, 18 KO) itu memenangi tiga pertarungan terakhir sejak dijatuhkan Joshua di ronde ketujuh di The O2 Arena tiga tahun lalu.

(Daily Express)

’’Saya paham, dalam dua setengah tahun hampir tiga tahun sejak saya bertarung dengan AJ di musim panas 2016, hanya itu cara untuk kembali bertemu dengan dia. Hanya itu cara saya kembali rematch dengan AJ,’’sumbarnya.

(TalkSport)

“AJ tidak punya alasan untuk datang kepadaku dan melawan aku. Jika saya punya sabuk yang dia inginkan, dia pasti datang untuk melawan aku. Jadi, unifikasi dan siapa yang layak memiliki sabuk juara kelas berat tidak bisa diperdebatkan lagi,’’lanjutnya.

Breazeale berani berkoar untuk mengalahkan Wilder setelah mengalami banyak perubahan signifikan dalam segala aspek setelah berlatih bersama dengan pelatih Amir Khan, Virgil Hunter. ’’Saya membuat beberapa perubahan dalam pemusatan latihan, saya punya pelatih baru, dan saya bergerak ke tempat baru,’’jelasnya.

’’Saya belajar, mengapa saya hanya menggunakan jab, karena saya pria besar. Bagaimana menempatkan tangan kanan, bagaimana melepaskan pukulan cepat, taktik bertahan cukup bagus,”tambahnya.

(TopSkor)

Keputusan Breazeale pindah berlatih bersama Virgil menjadi jalan dirinya untuk memperbaiki teknik bertinjunya. ’’Saya senang saya pindah ke Virgil, dia mengajarkan saya segala hal. Saya memahami mengapa saya masih terlibat dalam tinju. Saya 10 tahun bertinju sekarang dan Virgil Hunter yang membuat aku bisa melalui 10 tahun ke depan,’’paparnya.

“Ini pasti akan berakhir dengan knockout, saya tidak bisa mengatakan rondenya karena saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda di ring. Istri saya favoritnya nomor tiga. Saya mengatakan kepada dia sebelum ronde ketiga. Jadi, prediksinya ronde ketiga.’’

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *